blog counter

Hot News


Opini


    Kasus Perundungan dan Kekerasan Marak, Kadisdik KBB Minta Pendidik Tunjukkan Keteladanan

    • Sabtu, 17 Desember 2022 | 14:08:00 WIB
    • 0 Komentar


    Kasus Perundungan dan Kekerasan Marak, Kadisdik KBB Minta Pendidik Tunjukkan Keteladanan
    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih (istimewa)

    JuaraNews, Bandung Barat – Angka kekerasan, perundungan, dan pelecehan seksual pada anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terbilang tinggi. Menurut data Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), KBB, secara keseluruhan ada 52 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Sebelas di antaranya adalah korban kekerasan terhadap anak dan 2 kasus perundungan.


    Dengan data sebanyak itu, Dinas Pendidikan (Disdik) KBB memandang hal tersebut merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani secara massif, terutama di sekolah. Hal ini dimaksudkan agar sekolah bisa terbebas dari kasus kekerasan dan pelecehan seksual.


    "Untuk meminimalisir kasus perundungan dan kekerasan di kalangan pelajar, perlu pengawasan dan sosialisasi tiga dosa besar pendidikan yang harus dipahami guru dan murid," papar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB Asep Dendih, Jumat (16/12/2022).


    Ia menyebutkan dalam pendidikan terdapat tiga dosa besar, yaitu intoleransi, perundungan dan kekerasan seksual pada anak. Untuk itu dalam sosialisasi yang dilakukan, rencananya bakal diberikan berbagai pemahaman terkait pentingnya memberikan pendidikan karakter kepada para anak didiknya.


    Hal penting yang juga perlu diperhatikan adalah keteladanan dari pendidiknya. Sebab, pendidikan karakter tidak hanya diterapkan kepada para anak didik, namun para guru pun wajib memiliki karakter yang baik.


    “Anak itu memiliki kecenderungan untuk meniru. Oleh karenanya, seorang guru dituntut harus mampu menunjukkan keteladanan dan contoh yang baik bagi para anak didik," katanya.


    Dengan cara tersebut, Asep menilai kasus perundungan bisa diminimalisir. Begitu juga dengan kekerasan serta pelecehan di lingkungan sekolah. Meski demikian, dia pun tidak memungkiri ada banyak faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya tiga dosa besar pendidikan tersebut.


    Seperti kemudahan mengakses berbagai informasi di internet yang tidak diawasi guru maupun orang tua, pengaruh lingkungan atau pergaulan. Termasuk minimnya pengawasan dari keluarga dan sekolah.


    "Hal itu yang harus jadi perhatian agar ke depan tidak ada lagi kasus-kasus kekerasan dan perundungan yang menjadikan anak sebagai objek," pungkasnya.(*)

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Anggota DPRD Jabar Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Judi Online dan Togel
    Tinjau Komponen Biaya Haji, Rombongan Komisi VIII DPR Berangkat ke Arab Saudi
    Sebulan Terakhir, WHO Laporkan Kematian Akibat Covid Naik 20 Persen
    Status Darurat Kesehatan Belum Dicabut, WHO Sebut Covid-19 Masih Jadi Ancaman
    Megawati Usul Inggit Garnasih Jadi Pahlawan Nasional, Ridwan Kamil: Kita Proses
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads