free hit counter code Yuliono Singsoot bersa AM Kuncoro Rilis Lagu Kopi Reggae untuk Penikmat Kopi dan Reggae di Indonesia - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter

Hot News


Opini


    Yuliono Singsoot bersa AM Kuncoro Rilis Lagu Kopi Reggae untuk Penikmat Kopi dan Reggae di Indonesia
    (istimewa) Yuliono Singsoot dan AM Kuncoro

    Yuliono Singsoot bersa AM Kuncoro Rilis Lagu Kopi Reggae untuk Penikmat Kopi dan Reggae di Indonesia

    • Sabtu, 3 Desember 2022 | 01:21:00 WIB
    • 0 Komentar

    Yuliono Singsoot bersama AM Kuncoro Rilis Lagu Kopi Reggae untuk Penikmat Kopi dan Reggae di Indonesia

     

    JuaraNews, Yogyakarta – Tampil di Indonesian Idol, eksistensi Yuliono Singsoot sempat menarik perhatian para penikmat musik di Tanah Air. 

     

    Penyanyi asal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Timur tersebut meluncurkan lagu duet bersama AM Kuncoro, berjudul Kopi Reggae. Audionya dirilis pada Jumat, 2 Desember 2022 di digital music stores. Pada hari yang sama, videoklipnya tayang perdana di YouTube Official Artist Channel Prima Founder TV.

     

    "Tak berbeda dengan kopi, musik reggae juga berasal dari Benua Afrika, tepatnya Jamaika. Bukan hanya asalnya saja yang sama, semangat yang dimiliki musik reggae juga sama, kebebasan. Hal tersebut jadi inspirasi saya saat menulis lagu Kopi Reggae," AM Kuncoro, Jumat (2/12/2022).

     

    Sebagai salah seorang pendiri Prima Founder Records and Publishing, AM Kuncoro sudah cukup lama mengenal Yuliono Singsoot, dari menyaksikan aksi Yuliono di berbagai panggung. AM Kuncoro pun sangat terkesan pada penampilan Yuliono.

     

    "Saya heran saja, karena Mas Yuliono sering tampil di berbagai panggung, dan selama ini terkesan hanya dimanfaatkan orang untuk keperluan konten. Belum ada satupun karya lagunya direkam, apalagi dipasarkan di platform musik digital," kata AM Kuncoro.

     

    Pada kesempatan sama, Yuliono Singsoot mengatakan, ia merasa seperti bermimpi, karena impiannya untuk jadi penyanyi profesional kini jadi kenyataan. Selain lagu Kopi Reggae, Prima Founder Records juga memproduksikan 12 lagu karya Yuliono.

     

    Sebelum menjadi artis penyanyi Prima Founder Records and Publishing, Yuliono sudah menemui jalan yang panjang. Bapaknya adalah seorang petani, dan ibunya berjualan tahu. 

     

    Yuliono meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Yogyakarta, demi mewujudkan impiannya berkesenian. Untuk bertahan hidup di Yogyakarta, Yuliono Singsoot menjadi tukang sol sepatu, servis payung, ngamen, dan jualan kopi. 

     

    "Kata-kata dari teman saya memang benar. Dream come true, mimpi yang nyata itu memang harus dijemput, harus diusahakan, tidak bisa hanya dengan merem-merem saja," kata Yuliono.

     

    Selain bermusik, profesinya saat ini masih serabutan. Kadang Yuliono jadi tukang jaga ruko, tukang sampah, kuli bangunan, dan lainnya. Yuliono ingin fokus berkesenian saja untuk ke depannya.

     

    Dalam melahirkan karya-karya lagu, dia mengaku dipengaruhi banyak musisi. Yuliono suka dengan lagu-lagu Ahmad Albar, God Bless, Ari Lasso, dan Mus Mujiono. Selain itu, Yuliono jadi sering mendengar lagu-lagu Queen, The Beatles, Amerika Latin, dan lagu-lagu komedi.

     

    "Harapan saya, lagu-lagu saya bisa sampai kepada para pendengar di manapun berada, semoga mereka menyukainya, dan membuat hidup mereka makin bahagia," ucap Yuliono.

     

    Sementara itu, Rulli Aryanto yang juga pendiri Prima Founder Records and Publishing menilai,  Yuliono merupakan musisi yang pintar. Meskipun Yuliono sulit mengikuti cara bernyanyi dan bermusik para musisi yang ia sukai, namun Yuliono berhasil menghadirkan karakternya sendiri dalam melahirkan karya-karya lagu. (*/kontri/m fadhli)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Usai NGEGIGS Hadirkan Konser Kecil Tapi Party
    bank bjb Hadirkan Festival Bojana 2024
    Celana Kulot untuk Outfit Sederhana & Elegan
    Anggun Dae Merilis Single Debut
    Pandangan Agus Mulyana Tentang Generasi Sandwich

    Editorial