blog counter

Dalami Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Kumpulkan Sampel dari Korban dan Obat Pemicu

  • Senin, 31 Oktober 2022 | 22:35:00 WIB
  • 0 Komentar


Dalami Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Kumpulkan Sampel dari Korban dan Obat Pemicu
ilustrasi (script health)

JuaraNews, Jakarta – Kasus gagal ginjal akut yang belakangan marak, kini tengah ditangani oleh Polri. Untuk menentukan proses hukum dari peristiwa ini, Tim gabungan Bareskrim Polri mengumpulkan sampel dari para korban. Sampel yang diambil dari para korban dari beberapa provinsi itu yakni urine dan darah.


Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, Polri masih melakukan uji laboratorium dari sample yang diambil dari beberapa provinsi itu. Hingga saat ini, proses itu masih dalam tahap penyelidikan.


"Masih melakukan uji laboratorium dari beberapa provinsi yang saat ini mengakibatkan korban meninggal dunia dan masih dalam proses perawatan. Jadi dikumpulkan dulu," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, Jakarta, Senin (31/10/2022).


Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, sampel yang dikumpulkan itu akan diuji di Laboratorium Forensik dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


"Hasil ujinya tentunya nanti juga akan disampaikan ke penyidik untuk meningkatkan status penyelidikan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Ini semua masih berproses," jelasnya.


Selain sampel dari korban, Polri pun mengumpulkan sampel obat-obatan yang dikonsumsi oleh korban. Selain itu, lanjut dia, polisi juga mengambil sampel dari obat-obatan yang dikonsumsi korban. Hal ini dilakukan karena sampel tersebut harus memasuki tahapan uji di laboratorium.


“Sampel obat yang diminum itu juga sendiri harus di uji lab semuanya," tegas Dedi.


Mengenai dugaan sumber munculnya peristiwa itu, Polri juga akan mengusut perusahaan farmasi yang diduga terkait kasus gagal ginjal akut ini. Hal tersebut diungkap oleh Dir Tipiter Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto.


"Ada 3 ya sebetulnya ada 3 yah sementara ini ada 3 kan kita mendasari dari obat-obatan produk yang memproduksi itu siapa," kata Pipit di Jakarta, Senin (31/10/2022).


Menurut Pipit, pengusutan pada ketiga perusahaan farmasi itu merupakan rekomendasi dari BPOM. Sebelumnya, BPOM mengumumkan dua perusahaan farmasi yang menyalahi standar dan persyaratan keamanan, khasiat dan mutu. Perusahaan itu adalah PT Yarindo Farmatama yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten dan PT Universal Pharmaceutical Industries di Tanjung Mulia, Medan, Sumatra Utara.


Rekomendasi itu dikarenakan BPOM menemukan adanya indikasi pidana dari kedua perusahaan farmasi tersebut. Dalam penelusurannya, BPOM menemukan penggunaan Propilen Glikol yang mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) secara berlebihan oleh perusahaan yang bersangkutan.


"Pemeriksaan beberapa sumber, didapati adanya bahan baku propilen glikol yang melebihi ambang batas," ucap Kepala BPOM Penny K Lukito, dalam konferensi pers, Senin (31/10/2022).


Mengenai satu perusahaan lainnya, Dir Tipiter Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto mengemukakan bahwa Polri akan merilisnya nanti.


"Iya satu tambahan. Nanti kepolisian yang akan merilis itu ya, tambahannya kan, kita harus dalami juga. Sedang dalami dulu mohon sabar ya, pasti dapat nih, nanti kita transparan," jelas Pipit.(*)

Aep

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Jabar Bergerak Bantu Kebutuhan Lapangan Korban Gempa Cianjur
Densus 88 Amankan Terduga Teroris dari Empat Lokasi di Sukoharjo
Buka Road to Hakordia 2022, Ketua KPK Sebut Terima 268 Laporan Dugaann Korupsi di Jatim
Jabar Saber Hoaks Berjibaku Klarifikasi Puluhan Hoaks Gempa Cianjur
Pasca Gempa Cianjur, DKPP Jabar Inventarisasi Hewan Ternak
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads