blog counter
PT POS

Hot News


JN-TAM

Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    778 Sekolah di Kota Bandung Siap Gelar PTM Terbatas Gelombang 3



    778  Sekolah di Kota Bandung Siap Gelar PTM Terbatas Gelombang 3

     

    JuaraNews, Bandung - Sebanyak 778 Sekolah di Kota Bandung siap mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas gelombang ketiga. Saat ini ratusan sekolah tersebut sedang menunggu hasil verifikasi dari pihak terkait.


    Kepala Seksi Kurikulum Pengembangan Pendidikan Sekolah Dasar (PPSD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Jajang Hernawan mengatakan pada Juni 2021 sebanyak 330 sekolah dari semua jenjang pendidikan di Kota Bandung telah melaksanakan PTM Terbatas gelombang pertama.


    Menurutnya, dengan kapasitasnya di masing-masing sekolah 50 persen dan durasi waktu selama 2 jam. Namun sempat terhenti selama 2 minggu dikarenakan adanya kebijakan level PPKM. Lalu pada September sebanyak 1.677 sekolah menyusul menggelar PTM Terbatas di gelombang kedua dengan kapasitas 25 persen dan durasi waktu selama 2 jam.


    "Kali ini ada 778 sekolah ini menyatakan siap dan sudah diverifikasi semua tinggal nunggu hasil. Mudah-mudahan sudah masuk ke Gugus Tugas Covid-19 kota Bandung, melalui Disdik. Nantinya, Disdik akan mengolektifkan untuk dilaporkan kemudian hasilnya nanti akan diplenokan,” ucap Jajang, Rabu (1/12/2021).


    Jajang mengatakan, Disdik Kota Bandung akan terus memantau terkait kenaikan level tahapan dari setiap gelombang dengan memperhatikan regulasi yang ada.


    “Kalau prokesnya bagus akan dinaikan lagi tahapnya meskipun tetap harus menunggu regulasi dari Kemendagri,” katanya.


    “Gelombang 1 tahapnya sekarang sudah masuk ke tahap ketiga. Tetap 50 persen namun durasi sudah bisa 3 jam. Kemudian sebanyak 1.677 sekolah sudah naik ke tahap 2. Artinya sudah bisa 50 persen dan tetap 2 jam,” imbuhnya.


    Selain itu, Jajang mengaku akan terus mengawasi agar tidak terjadi kasus dan menjadi cluster baru. Termasuk terus mengedukasi seluruh masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat di sekolah. Sehingga PTM Terbatas bisa terus berjalan.


    “Di dalam PTMT kan kita perlu kerja sama. Untuk itu kami terus berkomunikasi dengan gugus tugas kecamatan, Satpol PP untuk memberikan edukasi," katanya.


    Tentunya, lanjut Jajang, peran serta masyarakat dan media saling mengingatkan. Semua mengedukasi dan memberi pengertian. Sebab jika tidak taat atau abai terhadap prokes akan berdampak pada keberlanjutan PTM Terbatas ke depannya.


    “Kita dukung semua khususnya program untuk mencerdaskan anak bangsa, dan PTMT bisa berjalan dan kembali normal. Nanti tim gugus tugas dari kecamatan yang terdekat akan memantau dan memberikan peringatan jika terus abai maka sekolah ditutup,” paparnya. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    6 Warga Kota Bandung Positif COVID-19 varian Omicron
    Ini Kesiapan RSHS Bandung Antisipasi Lonjakan Omicron
    14 Warga Jabar Positif Covid-19 Varian Omicron, Gubernur Imbau Warga Waspada dan Jangan Panik
    JPU Menuntut Hukuman Mati dan Kebiri Terhadap HW Pemerkosa 13 Santriwati
    Polisi Berhasil Amankan Guru Pesantren Yang Setubuhi Santrinya
    Berita Terdahulu
    Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

    Info Kota


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads