Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Jelang Puncak Musim Hujan, BPBD Pantau 57 Titik Banjir di 27 Kabupaten/Kota

    • Sabtu, 13 November 2021 | 17:23:00 WIB
    • 0 Komentar


    Jelang Puncak Musim Hujan, BPBD Pantau 57 Titik Banjir di 27 Kabupaten/Kota
    Warga menyelamatkan barang miliknya saat bencana banjir melanda kawasan Bandung selatan, awal November 2021 lalu. (net)

    JuaraNews, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD) Jabar mencatat di ada 57 titik banjir yang terus dipantau dan diantisipasi di 27 kabupaten/kota.

     

    Kepala Pelaksana Harian BPBD Jabar Dani Ramdan mengatakan, pihaknya berbagi peran dalam penanganan banjir dari hulu hingga hilir.

     

    “Kalau dari hulunya mulai dari pemanfaatan ruang terkendali sesuai dengan rencana tata ruang kemudian daerah kritis bisa dipulihkan dan hutan lestari oleh dinas kehutanan, dikelola lagi sungainya oleh dinas sumber daya air dan juga drainase oleh dinas perumahan dan permukiman, lalu sampahnya oleh dinas lingkungan hidup,” ujar Dani secara daring pada Jabar Punya Informasi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Jumat (12/11/2021).

     

    Menurut Dani, BPBD melakukan penanganan di hilir, di mana penanganan bencana itu pencegahan dan kesiapsiagaan dan tanggap darurat.

     

    “Namun kalau hari ini kita masih terjadi banjir maka kita masuk pada tanggap darurat dan saat ini BPBD sudah mengantisipasi. Pertama sudah menetapkan status Siaga Darurat atau Siaga 1 oleh Pak Gubernur ini ditandai dengan aktivasi Posko Siaga Darurat 1x24 jam, 7 hari dalam seminggu dan juga siaga TNI/Polri,” papar Dani.

     

    Pihaknya pun menyimpan alat berat di kawasan rawan bencana di Kabupaten Sukabumi wilayah selatan dan juga Garut. Garut sendiri menempati ranking kedua dari indeks rawan bencana di Jabar setelah Cianjur. Setelah Garut, ada Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor. Sementara di utara, rawan bencana itu Karawang, Cirebon dan Indramayu.

     

    “Antisipasi longsor itu dari Selatan Sukabumi, Garut, Sukabumi itu menyiapkan alat berat di UPTD levelnya, tidak lagi di kantor dinas ataupun BPBD karena jaraknya cukup jauh dari BPBD,” ujarnya.

     

    Dani menambahkan, bencana hidrometrologi harus diwaspadai terlebih saat ini belum memasuki puncak musim penghujan. (*)

    Oleh: JuaraNews / jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tinjau Banjir Bandang di Garut, Wagub Jabar Janji Segera PerbaikI Jembatan yang Putus
    Lahirkan Relawan Bencana yang Tangguh, Jabar Quick Response Gelar Pelatihan Water Rescue
    Pengurus AMSI Jabar Dilantik, Gelar Seminar Media Siber: Sehat Bisnisnya, Berkualitas Kontennya
    Pesan Ridwan Kamil untuk Pemuda menuju Indonesia Emas 2045
    Gubernur Ridwan Kamil Dorong Masjid Kembangkan Kencleng Digital
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads