Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    Kuliner dan Pertanian, Sektor UMKM yang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

    • Kamis, 26 November 2020 | 03:41:00 WIB
    • 0 Komentar


    Kuliner dan Pertanian, Sektor UMKM yang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

     

    UBAHLAKU.ID – Para pelaku UMKM dapat mengambil peluang dari sektor kuliner dan pertanian yang terbukti meski pandemi tetap hidup, bahkan berkembang pesat. Ini tidak lepas dari gaya hidup masyarakat di tengah wabah virus yang cenderung berbelanja makanan secara daring.

     

    Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan hal itu saat memberikan tips sukses bagi UMKM di tengah pandemi COVID-19 pada acara "Peningkatan Motivasi UMKM DWP BPTD Wil IX Jabar" di Hotel Holiday Inn, Bandung, Selasa (24/11/2020).

     

    Dalam kondisi apapun masyarakat membutuhkan makan sehingga industri kuliner tidak akan pernah mati. "Makanan itu kebutuhan primer yang akan didahulukan dibanding kebutuhan lainnya," kata Atalia saat berbagi tips.

     

    Tak hanya itu, lanjut Attalia, bidang pertanian sama memiliki prospek cerah. Pandemi telah memunculkan budaya baru di masyarakat, yakni urban farming; di mana sekarang lebih senang menghasilkan bahan makanan sendiri tanpa harus keluar rumah dan mengeluarkan uang belanja. Ini bisa jadi cara berhemat di tengah masa pandemi yang membuat banyak orang kehilangan pendapatan.

     

    Sedangkan di bidang kesehatan, kata Atalia, layak untuk dicoba pelaku UMKM. Wabah Covid-19 telah membawa kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan. Produk–produk kesehatan modern dan tradisional seperti jamu, herbal, dan rempah akan menjadi tren mendatang.

     

    Dalam posisi ini,  UMKM akan lebih berkembang jika misalnya pandai memanfaatkan internet dan teknologi digital dalam promosi, pemasaran, dan penjualan. Namun hal ini harus disertai dengan kepercayaan diri yang menjadi kunci keberhasilan UMKM. “Kunci UMKM berhasil harus memiliki rasa percaya diri, memperluas jaringan pasar, kreatif, inovatif, terbuka untuk informasi, berpikir positif, telaten, sabar. Serta kemauan keras dan siap ambil risiko," imbuh Atalia.

     

    Selain itu tidak kalah penting, menurut Atalia, pelaku UMKM juga harus jeli dalam menentukan produk yang akan dijual. “Apakah dibutuhkan disukai dan diketahui masyarakat,” katanya. 

     

    Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar mencatat, saat ini sebanyak 58.263 UMKM di seluruh Jabar terdampak oleh COVID-19. Paling tinggi berada di Kabupaten Tasikmalaya disusul Kabupaten Ciamis.

     

    UMKM terdampak di dua daerah ini kebanyakan bergerak di bidang kerajinan. Di tengah resesi ekonomi, daya beli masyarakat turun dan cenderung menabung dan mengeluarkan uang untuk hal-hal pokok. "Karena mereka mengutamakan lebih banyak ke produk kerajinan yang bukan kebutuhan primer," ucap Atalia. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Indonesia Siapkan Sistem Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran ke Arab Saudi
    Pandemi Covid-19, Buruh Berharap Banyak Pada Pemerintah
    Golkar Jabar Sosialisasi Omnibus Law Cipta Kerja, Nurul Arifin: Undang-undang Ini Lebih Banyak Manfa
    Asep “Acil” Saefudin: Sarbumusi Jabar akan Terus Advokasi Buruh
    Wagub Uu Dorong Sarbumusi Jabar Gelar Pelatihan bagi Pekerja
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads