Hot News


Inspirasi


    BLK PMI dan APPMI Gelar Pelatihan Gula Semut & Dimsum

    • Senin, 16 November 2020 | 18:15:00 WIB
    • 0 Komentar


    BLK PMI dan APPMI Gelar Pelatihan Gula Semut & Dimsum

     

     

    JuaraNews, Bandung – Asosiasi Purna Pekerja Migran Indonesia (APPMI) Jawa Barat bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLK PMI) Disnakertrans Jabar menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Purna PMI terkait pengolahan gula semut (gula aren) dan dimsum. Pelatihan diselenggarakan di Desa Celak Kecamatan Gunung Halu Kabupaten Bandung, 10-13 November 2020.

     

    Pelatihan digelar selama empat hari, diikuti purna PMI sebanyak 20 orang. Peserta dibagi dua kelompok, yakni kelompok pelatihan gula aren atau gula semut, serta kelompok pelatihan dimsum.

     

    Ketua APPMI Biben Fikriana mengatakan, BLK PMI Disnakertrans Jabar dan APPMI Jabar telah menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan, termasuk merencanakan kegiatan ditahun 2020. Namun, katanya, karena pandemi Covid-19 kegiatan pelatihan ini dimutilasi sehingga kegiatannya menjadi berkurang.

     

    Alhamdulillah, katanya, pelatihan ini digelar bagi purna PMI yang ada di Gunung Halu. “Kita berpikir jangan sampai tidak ada kegiatan pelatihan tahun ini. Kita berdiskusi dengan BLK PMI dan alhamndulillah pelatihan ini bisa diselenggarakan,” kata Biben kepada wartawan di Bandung, Senin (16/11/2020).

     

    Ia mengatakan, pelatihan pembuatan gula semut dan dimsum diselenggarakan karena ada potensi produksi di daerah itu terkait gula aren. Katanya, ada komiditi yang mungkin bisa ditingkatkan secara optimal, yakni gula aren. “Kita harapkan dengan pelatihan ini nilai jualnya meningkat sehingga memberi manfaat dan nilai ekonomis yang lebih bagi masyarakat,” kata Biben.

     

     

    Sedangkan terkait pelatihan dimsum, katanya, karena jenis kuliner ini sedang banyak diminati dan termasuk frozen food. Jenis kuliner ini menjadi potensi yang prospektif sehingga diberi pelatihan kepada masyarakat.

     

    Para peserta, katanya, diberi pelatihan tambahan terkait manajemen pemasaran melalui media sosial. Pelatihnya, kata Biben, berasal dari kalangan profesional, yakni  dari LPK Penghegar. “Hasilnya Alhamdulillah memuaskan. Layak untuk dijual dan memiliki nilai prospektif,” katanya.

     

    Pelatihan dihadiri pula oleh pejabat Disnakertrans Jabar, BLK PMI Disnakertrans Jabar, dan Bank BJB, Disnakertrans Bandung Barat, aparat desa Celak dan Kecamatan Gununghalu. Pihak perbankan, katanya, siap memberi dukungan kepada para purna PMI yang mengembangkan usahanya. (*)

     

     

     

     

     

    Oleh: ude gunadi / ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Yod Mintaraga: Petani Jabar belum Banyak Sentuh Permodalan Perbankan
    Perda APBD Disahkan, Ridwan Kamil: Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19 jadi Prioritas Utama
    Pulihkan Turisme Jabar, Pemprov Tawarkan 76 Proyek Pariwisata di WJIS 2020
    Hingga November 2020, Investasi di Jabar Capai Rp380 Triliun
    Rebana Metropolitan Diproyeksikan Serap 4,3 Juta Tenaga Kerja
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads