Hot News


Inspirasi


    Kadis Indag: Bansos Provinsi Jabar Tahap III Gerakkan Ekonomi Masyarakat

    • Selasa, 3 November 2020 | 03:30:00 WIB
    • 0 Komentar


    Kadis Indag: Bansos Provinsi Jabar Tahap III Gerakkan Ekonomi Masyarakat
    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memantau pendistribusian bansos provinsi tahap III bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kantor Pos Garut, Selasa (27/10/2020). (istimewa/humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung – Pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pekerja lokal, dan pesantren, dalam pengadaan dan pengemasan bantuan sosial (bansos) Provinsi Jabar tahap III mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

     

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Jabar Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan, pelibatan banyak pihak dalam pengadaan bansos Jabar tahap III menghadirkan multiplier effect. Salah satunya meningkatkan daya beli masyarakat.

     

    Bansos Jabar tahap III berupa bantuan tunai dan nontunai senilai Rp350 ribu. Rinciannya, bantuan tunai sebesar Rp350 ribu, 5 kg beras kualitas premium, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 paket sarden, 1 paket kornet, 500 gram garam, 1 paket vitamin C, 5 buah susu kemasan kotak 200 ml, 4 buah masker, dan 1 buah tas.

     

    "Bansos Jabar tahap III dapat membantu menggerakkan roda ekonomi lokal dan salah satu bentuk upaya pemulihan ekonomi. Tujuh dari 10 komoditi paket nontunai bansos sebagian besar berasal dan produksi Jabar sehingga membantu tenaga kerja dan pelaku usaha Jabar," kata Arifin.

     

    "Yang tunai bisa dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan turut membantu warung dan pedagang di sekitar masyarakat," imbuhnya.

     

    Arifin mengatakan, dalam pengadaan beras, pihaknya melibatkan Pesantren Nurul Iman dengan menyerap hasil produksi paling sedikit 100 ton. Selain itu, hasil panen petani beras Jabar ditampung, serta melibatkan sekitar 20 penggilingan beras di Jabar.

     

    Pemprov Jabar menggandeng peternak sapi perah untuk menyediakan komoditi susu UHT. Ada sekitar 17.500 peternak sapi perah terlibat dalam penyediaan komoditas susu dalam bansos provinsi tahap III.

     

    "Untuk komoditi gula, kami menyerap hasil panen petani tebu di Subang dan Majalengka, paling sedikit sebanyak 200 ton," ucapnya.

     

    "Pun demikian dengan pengadaan komoditi garam. Kami menyerap paling sedikit 400 ton hasil panen petani garam di Cirebon. Termasuk pengadaan masker dan tas dengan memberdayakan UMKM di Jabar," tambahnya.

     

    Sementara itu, Direktur Utama PT Agro Jabar selaku pengelola komoditi bansos Jabar tahap III, Kurnia Fajar, mengatakan, pengadaan sarden dan kornet sedikit berbeda karena kedua komoditi tersebut diproduksi di luar Jabar.

     

    "Pelibatan dalam komoditi kornet dan sarden hanya sekitar 15 perusahaan. Salah satunya APPSI yang memiliki anggota sekitar 500 ribu. Sedangkan vitamin C karena berbentuk tablet, pengadaannya melalui farmasi TNI AD yang berada di Jabar," kata Kurnia.

     

    "Meski melibatkan banyak pihak di Jabar, tapi kami menerapkan standar, yakni tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat mutu. Jadi, mutunya harus SNI, izin beredar BPOM, dan halal dari MUI," imbuhnya.

     

    Kurnia menjelaskan, dalam proses pengemasan bansos Jabar tahap III, pihaknya menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja harian di sekitar lokasi gudang milik PT Agro Jabar.

     

    PT Agro Jabar sendiri menggunakan tujuh gudang dalam mengelola paket bansos Jabar tahap III. Ketujuh gudang itu berada di Bandung, Cirebon, Karawang, Garut, Tasikmalaya, Bogor, dan Cianjur.

     

    "Program bansos ini harus dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Dari pada bermitra dengan perusahaan-perusahaan besar, kami memilih melibatkan banyak pelaku usaha dan UMKM di Jabar," katanya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Wagub Jabar: Disiplin Modal Utama Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
    3 ‘Kabupaten Pilkada’ Zona Merah, Pemprov Jabar Perketat Pengawasan
    Akibat Wabah Covid-19, Pemprov Jabar Ubah arah RPJMD
    Disparbud Jabar akan Lakukan Tes Covid-19 Bagi Pelaku Industri Pariwisata
    PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang Hingga 23 Desember 2020
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads