Hot News


Inspirasi


    Kemiskinan Masih jadi Tantangan Utama di Jabar Selatan

    • Jumat, 23 Oktober 2020 | 18:27:00 WIB
    • 0 Komentar


    Kemiskinan Masih jadi Tantangan Utama di Jabar Selatan
    Wagub Uu bersama Kepala Bappenas Suharso (istimewa/humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Tasikmalaya - Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemprov Jabar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jabar Selatan untuk mengurangi kesenjangan di wilayah tengah dan selatan Jabar.

     

    Saat mendampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa dalam kunjungan kerja (kunker) di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (23/10/20), Uu menyampaikan bahwa kemiskinan masih menjadi tantangan utama di Jabar Selatan.

     

    Masalah lain adalah infrastruktur wilayah yang belum terkoneksi dengan baik. Untuk itu, Pemprov Jabar fokus terhadap peta Jalur Tengah Selatan (JTS) yang menghubungkan jalan lama di kawasan perkotaan (tengah) dan jalur pantai selatan (pansela).

     

    "Apa yang disampaikan oleh masyarakat tentang konektivitas jalan, termasuk JTS salah satu solusinya, sekarang tengah dimatangkan oleh Pemda Provinsj Jabar dan segera terealisasi," ucap Uu.

     

    Selain itu, lokasi pusat pemerintahan di Jabar Selatan dinilai terlalu jauh dengan masyarakat, sehingga percepatan peningkatan kesejahteraan kurang optimal. Solusinya, lanjut Uu, adalah Daerah Otonomi Baru (DOB) termasuk di Jabar Selatan.

     

    "Diharapkan Daerah Otonomi Baru di Jabar segera disetujui dan direalisasikan (oleh pemerintah pusat). Karena masyarakat di Jabar Selatan masih kesulitan menuju pusat pemerintahan masing-masing," kata Uu.

     

    Terhadap masyarakat Jabar Selatan yang wilayahnya identik dengan pantai, Uu pun mendorong adanya dukungan kepada nelayan dan UMKM. "Karena Jabar Selatan identik dengan pantai, mulai dari Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran," ujar Uu.


    Dia pun menilai, perlu badan otorita yang khusus mengurus pengembangan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Jabar Selatan.

     

    Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, kunjungan kerja di Kabupaten Tasikmaya ini bertujuan meninjau 5 hal yang menjadi fokus permasalahan di Jabar Selatan.

     

    "Pertama, kami melihat (masalah) kemiskinan di wilayah selatan (Jabar) ini. Kedua, infrastruktur. Ketiga, kebencanaan," ujar Suharso.

     

    "Keempat, terkait UMKM, karena yang mendorong industri di sini (Jabar Selatan) itu UMKM, tapi masih kurang (optimal). Lalu yang terakhir (kelima) adalah Sustainable Development Goals atau tujuan pembangunan berkelanjutan," ucapnya.

     

    Setelah meninjau 5 hal tersebut, pihaknya akan menyampaikan hasil penilaian kepada gubernur dalam pertemuan lanjutan dengan Kementerian PPN/Bappenas akhir Oktober mendatang.

     

    Sebelumnya, Suharso telah melakukan kunjungan kerja ke beberapa provinsi di Indonesia, antara lain Nusa Tenggara Timur, Bali, Gorontalo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, juga direncanakan ke Papua.

     

    Dari hasil tinjauan ke berbagai daerah itu, Suharso berujar banyak kendala yang ditemui, antara lain pembangunan pelabuhan yang pada akhirnya tidak terpakai. "Tetapi cerita itu belum saya temukan di Jawa Barat," ujar Suharso. (*)

    Oleh: JuaraNews / jar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Wagub Jabar: Disiplin Modal Utama Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
    3 ‘Kabupaten Pilkada’ Zona Merah, Pemprov Jabar Perketat Pengawasan
    Akibat Wabah Covid-19, Pemprov Jabar Ubah arah RPJMD
    Disparbud Jabar akan Lakukan Tes Covid-19 Bagi Pelaku Industri Pariwisata
    PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang Hingga 23 Desember 2020
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads