Hot News


Inspirasi


    Pemkab Pangandaran Susun Langkah Strategis Mitigasi Bencana

    Pemkab Pangandaran Susun Langkah Strategis Mitigasi Bencana

    JuaraNews, Pangandaran – Pemkab Pangandaran menyusun langkah strategis mitigasi bencana menyusul adanya hasil kajian tim riset Institut Teknologi Bandung (ITB) mengenai potensi gempa megatrust hingga menyebabkan tsunami setinggi 20 meter di selatan Jabar.

     

    Hal ini terungkap dalam rapat mitigasi bencana dan evaluasi tingkat kunjungan wisata yang dipimpin Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdan yang juga Perlaksana Harian BPBD Jabar. Rapat diselenggarakan di Krisna Hotel Pangandaran, Kamis (8/10/2020).

     

    Dani Ramdan mengatakan, Pangandaran merupakan daerah yang posisinya berada di selatan Jawa, membutuhkan persiapan dalam mitigasi bencana yang baik. Terlebih Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata.

     

    Kenyamanan dan keselamatan para wisatawan, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat sekitar menjadi salah satu target Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam menentukan mitigasi bencana yang cepat dan tepat.

       

    Menurut Dani, berbagai langkah mitigasi bencana akan dilaksanakan Pemkab Pangandaran, di antaranya dengan mengadakan pelatihan kepada personel hotel dan restoran.

     


    “Kita akan melatih personel hotel dan restoran untuk menjadi siap, jadi nanti kalau ada terjadi kondisi buruk mereka tidak panik justru malah memandu para tamu untuk tidak panik,” ujarnya.

     

    Dalam pelatihan sendiri, lanjut Dani, ada 4 materi yang akan diberikan sehingga para pegawai hotel atau restoran mengerti ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

     

    “Ada 4 materi, yang pertama pengetahuan dasar apa itu tsunami. Yang kedua mengenai tanda-tanda dan peringatan tsunami dan bagaimana untuk mendapatkan informasi yang tepat dari mana sumbernya baik dari aplikasi ataupun radio. Yang ketiga mengenai peta jalur evakuasi dan tempat-tempat evakuasi sementara. Dan yang keempat mengenai langkah-Iangkah penanggulangan baik sebelum, pada saat dan sesudah,” papar Dani.

     

    Selain pelatihan bagi para pegawai hotel dan restoran, pemerintah juga akan mengadakan MoU dengan hotel yang lokasinya mempunyai ketinggian cukup untuk evakuasi.

    "Salah satu kesepakatannya bagi hoteI-hotel yang punya ketinggian cukup, 3 lantai ke atas itu kita akan jadikan tempat evakuasi sementara. Oleh karena itu akan dibuatkan MoU supaya mereka mempunyai kesempatan tidak menutup pintunya pada saat terjadi bencana, siap membuka akses bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Menekan Penyebaran Covid-19 di Masa Libur Panjang
    Tinjau Kawasan Puncak saat Libur Panjang, Wagub Jabar Turut Periksa Wisatawan di Perbatasan
    Tingkatkan Ekonomi Masyarakat dan Konservasi,  Pemprov Jabar Tanam 3.000 Pohon di Cianjur
    Didominasi Pemuda, Alumni Muda Padjadjaran: Pemuda Punya Potensi Besar
    Ridwan Kamil Imbau Kepala Daerah Tingkatkan Pengamanan Protokol Kesehatan saat Libur Panjang
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads