ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    Pedagang Pasar Boleh Tetap Jualan di Tengah Pandemi, Asalkan Patuhi Protokol Kesehatan
    (istimewa/humas pemprov jabar) Wagub Uu saat Rakerwil DPW APPSI Jabar

    Pedagang Pasar Boleh Tetap Jualan di Tengah Pandemi, Asalkan Patuhi Protokol Kesehatan

    • Minggu, 4 Oktober 2020 | 03:58:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Garut - Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jabar di Hotel Augusta, Cipanas, Kabupaten Garut, Sabtu (3/10/2020).

     

    Rakerwil kali ini digelar untuk merumuskan langkah-langkah dalam program kerja APPSI Jabar 5 tahun ke depan.

     

    Dalam sambutannya, Wagub Uu berharap para pedagang pasar bisa mengubah paradigma agar pasar tradisional terus bertahan di tengah disrupsi.

     

    "Yang biasa identik dengan becek dan bau itu harus dihilangkan oleh pedagang pasar itu sendiri," kata Kang Uu.

     

    Selain itu, pedagang pasar juga harus menjalin komunikasi dengan pemerintah agar kebijakan yang ada bermaslahat bagi masyarakat. "Dengan kolaborasi, pemerintah bisa paham apa yang diinginkan (pedagang pasar)," tambah Uu.

     

    Dia pun mengajak masyarakat untuk tetal berbelanja di pasar tradisional atau warung kecil di lingkungannya untuk menguatkan ekonomi kerakyatan, sehingga perputaran uang di masyarakat terus terjadi.

     

    Adapun di tengah pandemi global Covid-19, Uu menegaskan hal itu bukan halangan bagi pedagang pasar untuk tetap berjualan. Asalkan, para pedagang taat menerapkan protokol kesehatan.

     

    "Jangan sampai (pandemi) Covid-19 jadi alasan untuk tidak meningkatkan produktivitas. Silakan pedagang berusaha, tetapi tetap dengan protokol kesehatan," ucapnya.

     

    Sementara itu, Ketua DPW APPSI Jabar Nandang Sudrajat mengatakan, target APPSI Jabar dalam 5 tahun ke depan, yakni meningkatkan nilai transaksi di pasar tradisional. Meski begitu, ia tak memungkiri ada sejumlah persoalan yang harus dikendalikan.

     

    "(Masalah) paling mendasar adalah permodalan, infrastruktur tidak memadai, menajemen lemah, dan SDM lemah. Harus betul-betul dirumuskan bagaimana pedagang pasar bisa berdaya saing tinggi," kata Nandang.

     

    Dia pun mengajak masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional atau warung-warung kecil agar ketahanan ekonomi lokal tetap terjaga sehingga perekonomian bisa meningkat. (*)

    Oleh: JuaraNews / jar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sulitnya Menerapkan 3M Secara Utuh di Masyarakat di Hotel dan Acara Pernikahan
     Jabar Perkuat Koordinasi Hadapi Fenomena La Nina
    Puncak Acara HUT ke-56 Partai Golkar Catatkan Rekor Muri
    Dapat Bantuan 100 Ribu Floacked Swab Buatan UI, Jabar Makin Cepat Tangani Covid-19
    Tersandung Kasus Korupsi Dana Alokasi Khusus, Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads