ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    Belasan Ribu Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Patuh Lodaya
    (humas kota bandung) Galih Raditya

    Belasan Ribu Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Patuh Lodaya

    JuaraNews, Bandung -  Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung, AKP Galih Raditya, mengatakan, ada perbedaan Operasi Patuh Lodaya yang dilakukan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Operasi kali ini berlangsung saat masa pandemi Covid-19.

     

    "Karena saat ini masih masa pandemi, ada beberapa perubahan pola-pola berjenjang yang dilaksanakan oleh Satlantas Polrestabes dalam melaksanakan penindakan saat operasi," katanya, dalam Bandung Menjawab di Auditorium Rosada Balai Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).

     

    Petunjuk dari Korlantas dan Ditlantas, lanjutnya, petugas tidak boleh melaksanakan razia stasioner. "Artinya kita hanya melaksanakan penindakan penilangan terhadap pelanggar yang memang ditemukan lewat di jalan dan itu kasat mata," ujar Galih.

     

    Menurut dia,  kebanyakan pelanggaran karena melanggar marka, rambu, tidak memakai helm atau melawan arus. "Jadi saat anggota kita melaksanakan pengaturan, kemudian saat berdiri di pinggir jalan melihat ada yang melanggar itu langsung ditilang. Artinya kita tidak mencari-cari kesalahan masyarakat. Itu pelanggaran yang terlihat kasat mata oleh petugas di lapangan," katanya.

     

    "Kita tidak berhenti di satu titik kemudian memasang plang, ramai-ramai masyarakat diperiksa semua, itu tidak. Karena hal itu memang dilarang Mabes Polri," ujar dia.

     

    Selama berlangsung Operasi Patuh Lodaya, lanjutnya, jumlah kecelakaan lalu lintas pun menurun. Dua pekan sebelum operasi terjadi kecelakaan sebanyak 26 kali. sedangkan pada saat operasi terjadi 8 kecelakaan.

     

    Sebelum operasi kecelakaan ada 26 kasus dengan 3 orang meninggal dunia, 33 orang luka ringan 33, kerugian materialnya Rp23,5 juta. Sedangkan pada saat operasi, kecelakaan terjadi 8 kasus dengan korban meninggal 1 orang, luka berat 1 orang, luka ringan 9 orang, kerugian material Rp8,5 juta.

     

    "Kecelakaan yang terjadi itu gabungan tapi kebanyakan roda dua. Rentang usia korban yaitu 21-32 tahun," katanya.

     

    Galih mengatakan, sebelumnya banyaknya pelanggaran dan kecelakaan dikarenakan pihaknya tidak diperbolehkan melaksanakan razia stasioner, namun fokus pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

     

    "Sebelummya kita tidak melaksanakan penilangan, pada saat Operasi Patuh Lodaya kita bisa menilang kembali. Sebelumnya fokus ke PSBB, agar masyarakat stay at home dan work from home," katanya.

     

    Karena hal tersebut, Galih menilai dengan melaksanakan penindakan lalu lintas di jalan dan mengingatkan terus kepada masyarakat bisa menurunkan tingkat kecelakaan. "Operasinya cenderung efektif. Perintah kemarin kita juga tematik, yang jadi sasaran kemarin semuanya adalah knalpot bising di minggu pertama. Itu yang banyak jadi keluhan masyarakat. Alhamdulillah hasilnya positf," katanya. (*)

    ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pengurus Golkar tingkat Desa dan Kecamatan  Dorong Ade Barkah Surahman Jadi Gubernur Jabar 2024
    Universitas Widyatama Bandung, Terima 2300 Mahasiswa Baru
    Atalia Kamil: Pentingnya Komunikasi Efektif di Masa Pandemi
    Solidaritas Sesama di Tengah Pandemi, PSI Jabar Bagikan Nasi Bungkus
    DPRD Jabar Tak Ingin Ada Klaster Baru Covid-19 di Pilkada Serentak
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads