Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Bawaslu Jabar Temukan 7.026 Orang Meninggal Dukung Bakal Paslon Independen  



    Bawaslu Jabar Temukan 7.026 Orang Meninggal Dukung Bakal Paslon Independen   

    JuaraNews, Bandung - Badan Pengawas Pemilihan Umum Jawa Barat (Bawaslu abar) menemukan 7.026 pendukung bakal pasangan calon (paslon) perseorangan atau independen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 sudah meninggal.

     

    Temuan tersebut diperoleh setelah Bawaslu Jabar melakukan verifikasi faktual data pendukung lima bakal paslon perseorangan yang akan berlaga di ajang Pilkada Serentak 2020.

     

    "Ini fakta menarik, setelah kami melakukan verifikasi faktual, 7.026 pendukung itu ternyata telah meninggal dunia," kata Komisioner Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi, dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu Jabar, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

     

    Dia menjelaskan, ribuan orang meninggal yang memberikan dukungannya tersebar di Indramayu 1.463 nama, Kabupaten Tasikmalaya 193 nama, Kabupaten Karawang 4.895 nama, dan Kabupaten Cianjur 475 nama.

     

    Menurut dia,  untuk memastikan data tersebut, pihaknya bahkan melakukan verifikasi faktual langsung ke sejumlah pemakaman nama-nama yang bersangkutan. Selain itu, pihaknya juga melakukan verifikasi kepada pihak keluarga untuk mematikan bahwa nama-nama yang bersangkutan telah meninggal dunia.

     

    "Terpenting adalah adanya kesaksian. Kita otomatis melakukan pencoretan untuk data orang meninggal yang masuk dalam data dukungan," ucapnya.

     

    Selain orang yang telah meninggal, Zaki memaparkan, data TMS dari 6 kategori lainnya, yakni kategori pekerjaan terdapat 17 pendukung anggota TNI, 10 anggota polisi, 782 PNS, 782 penyelenggara pemilihan, dan 984 kepala/perangkat desa yang dilarang untuk memberikan dukungan.

     

    Untuk data TMS lainnya, lanjut Hilmi, 60.822 pendukung tidak menyatakan mendukung dan mengisi  lampiran BA.5-KWK , 2.231 pendukung ganda internal, 3.228 pendukung data fiktif, dan 18.391 pendukung tidak dapat difaktualisasi.

     

    Sementara itu, Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan, mengatakan, verifikasi faktual diakukan sebagai proses uji validasi atas dokumen yang diserahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

     

    Selain melakukan verifikasi data pendukung bakal calon independen, lanjut Abdullah, pihaknya juga mengawasi beberapa isu strategis dalam Pilkada Serentak 2020 di Jabar,  di antaranya netralitas aparatur sipil negara (ASN) hingga praktik politik uang.

     

    Untuk diketahui, lima bakal pasangan calon perseorangan akan berkontestasi di ajang Pilkada Serentak 2020 di empat kabupaten di Jabar, yakni yakni Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Cianjur.

     

    Kelima bakal paslon perseorangan itu, yakni Toto Sucartono-Dies Handika di Pilkada Indramayu, Cep Zamzam Dzulfikar-Padil Karsoma di Pilkada Tasikmalaya, Endang-Agustian di Pilkada Karawang, serta Muhamad Toha-Ade Sobari, dan Dadan Supardan-Irvan Helmi Khadafi di Pilkada Cianjur. (*)

    Oleh: abdul basir / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tinjau Banjir Bandang di Garut, Wagub Jabar Janji Segera PerbaikI Jembatan yang Putus
    Lahirkan Relawan Bencana yang Tangguh, Jabar Quick Response Gelar Pelatihan Water Rescue
    Pengurus AMSI Jabar Dilantik, Gelar Seminar Media Siber: Sehat Bisnisnya, Berkualitas Kontennya
    Pesan Ridwan Kamil untuk Pemuda menuju Indonesia Emas 2045
    Gubernur Ridwan Kamil Dorong Masjid Kembangkan Kencleng Digital
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads