Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Emil: Sulit Ajak masyarakat Terapkan Urban farming
    Gubernur Jabar M. Ridwan Kamil

    Emil: Sulit Ajak masyarakat Terapkan Urban farming

    JuaraNews, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, urban farming atau bercocok tanam di lingkungan rumah dan perkotaan menemukan momentum tepat di tengah pandemi Covid-19 karena memiliki tiga manfaat, yakni ekologi, ekonomi, dan edukasi.

     

    "Urban Farming menemukan momentum yang tepat di tengah masa pandemi karena memiliki tiga manfaat yaikni ekologi, ekonomi dan edukasi," ujar Emil saat menjadi narasumber pada webinar Marketeers Hangout 2020: Time for Urban Farming di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (18/6/2020).

     

    Emil mengajak masyarakat mengonversikan sekecil apapun lahan di rumah menjadi perkebunan. Jenis tanaman yang menjadi favorit petani kota, menurut ia, adalah kangkung dan bayam. Selain mudah, tanaman tersebut dapat dipanen dalam waktu singkat.

     

    "Saya mengajak teman-teman mencari lahan atau mengonversikan karena hijaunya bukan rumput tapi bisa dijual, dan edukasi. Yang jadi favorit petani kota rata-rata kangkung dan bayam karena 21 hari bisa dipanen dan ujung-ujungnya bisa menciptakan solusi," katanya.

     

    "Saya juga mengonversi rumah dinas dan kantor saya ada stroberi, tomat dan sayuran. Semangat urban farming itu sudah menjadi passion saya sejak tahun 2008," imbuhnya.

     

    Menurut Emil, banyak lahan di perkotaan yang dapat digunakan untuk berkebun. Persoalannya adalah sulit mengajak masyarakat untuk menerapkan urban farming. "Sekarang sebagai pemerintah saya melakukan berbagai cara agar konsep ini berjalan," ucapnya.

     

    Ketika menjadi wali kota, Emil membaca hasil penelitian disertasi di ITB yang menyimpulkan bahwa suhu Kota Bandung meningkat salah satu faktornya adalah kurangnya pohon.

     

    "Solusinya sederhana, supaya suhunya turun atap-atap bangunan yang memang sudah tidak bisa dibongkar karena peradaban manusia makin kompleks dan populasi makin banyak itu dihijaukan secara natural, atau kalau bisa seluruh gedung itu konsisten atapnya dijadikan urban farming," katanya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Wali Kota: Pengoperasian Kembali Ojol Tergantung Aplikator
    Mendikbud Ajak Nahdlatul Ulama Berkolaborasi Bangun Pendidikan
    Pempov Jabar terus Tingkatkan Kesejahteraan Para Peternakan Telur
    Mari Berburu Diskon di Bandung Great Sale 2020 Go Online
    Gubernur Ridwan Kamil Lantik 13 Pejabat Tinggi Jabar
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads