Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Gubernur Cabut Butir Sanksi dalam Prototol AKB Pesantren

    Gubernur Cabut Butir Sanksi dalam Prototol AKB Pesantren

    JuaraNews, Bandung – Pemprov Jabar menghapus butir tentang sanksi yang terdapat dalam Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Lingkungan Pondok Pesantren. Protokol tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) No 443/Kep.326-Hukham/2020, yang kemudian dikrevisi menjadi Kepgub Jabar No 443/Kep.321-Hukham/2020.

     

    Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, pendapat kiai, pengurus pesantren, dan organisasi masyarakat (ormas) Islam, jadi pertimbangan Pemda Provinsi Jabar dalam mengeluarkan protokol kesehatan di pondok pesantren (ponpes) tersebut0.

     

    "Semua poin sudah dibacakan dan semua diterima oleh pengurus pondok pesantren. Harapan kami dengan Kepgub ini adalah kemaslahatan," kata Kang Uu di Kota Bandung, Senin (15/6/2020).

     

    Butir tentang sanksi Protokol AKB di pesantren menjadi ramai dibicarakan karena dinilai terlalu intervensi terhadap pondok pesantren. Pemprov Jabar dinilai tidak faham dan peka atas realitas objektif dunia pesantren yang khas dan kompleks karena kondisi dan kemampuan pesantren beragam dan tak bisa disamaratakan.

     

    Uu mengatakan, meski Kepgub sudah dikeluarkan, Pemda Provinsi Jabar masih menerima masukan dan saran dari kiai, pengurus pesantren, dan ormasi Islam di 27 kabupaten/kota di Jabar. Tujuannya, Kepgub Jabar yang berisi protokol Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sesuai dengan ponpes di seluruh Jabar.

     

    "Ini (Kepgub) tidak lahir tiba-tiba. Pertama, kami bikin draft yang langsung disampaikan ke kiai yang mewakili 27 kota/kabupaten, ada dari kelompok pesantren muadalah, ada yang wakil pesantren salafiyah, ada yang wakil pesantren khalafiah. Juga ada dari MUI, Kemenag, serta ada dari komunitas-komunitas pesantren," ucapnya.

     

    Terkait sanksi, hal tersebut tidak diatur dalam norma protokol, tetapi dalam contoh format Surat Pernyataan butir ketiga dan merupakan bentuk komitmen ponpes untuk melaksanakan protokol kesehatan sehingga menjamin keamanan kiai, santri, asatidz dan pihak lain yang beraktivitas di ponpes.

     

    Adapun bentuk sanksi yang akan diterapkan apabila terjadi pelanggaran terhadap protokol kesehatan ada dalam koridor administratif, dalam bentuk teguran lisan atau tertulis.

     

    Format surat pernyataan, apalagi contoh format, bukan norma yang bersifat mengikat sehingga dalam hal pesantren tidak menyepakati butir ketiga dari Surat Pernyataan Kesanggupan, maka butir ketiga bisa dikesampingkan.

     

    Uu mengatakan, dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) No 443/Kep.326-Hukham/2020 tentang Perubahan atas Kepgub Jabar No 443/Kep.321-Hukham/2020, butir ketiga tersebut sudah dihapus.

     

    "Ini sebagai bukti bahwa tidak ada muatan apapun dari keberadaan Kepgub selain untuk membuat perlindungan terhadap aktivitas di pesantren," tegas Uu. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Mendikbud Ajak Nahdlatul Ulama Berkolaborasi Bangun Pendidikan
    Pempov Jabar terus Tingkatkan Kesejahteraan Para Peternakan Telur
    Mari Berburu Diskon di Bandung Great Sale 2020 Go Online
    Gubernur Ridwan Kamil Lantik 13 Pejabat Tinggi Jabar
    PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang 14 Hari
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads