InJabar Resmi Diluncurkan Saat Rakor Dampak Covid-19

InJabar Resmi Diluncurkan Saat Rakor Dampak Covid-19

JuaraNews, Bandung – Institut Pembangunan Jawa Barat (InJabar) diluncurkan Gubenur Jabar Ridwan Kamil. Peluncuran dilakukan pada “Rapat Koordinasi Dampak Covid-19 Pada Perekonomian Jabar” di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Provinsi Jawa Barat, Kamis (19/3/2020).

 

Injabar adalah lembaga kerja sama Unpad dengan Pemprov Jabar sebagai solusi profesional untuk Jawa Barat serta sebagai bentuk penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Padjadjaran.

 

Direktur InJabar Prof. Dr. Keri Lestari Dandan mengatakan, InJabar berdiri berangkat dari  visi Gubernur Jawa Barat yang ingin mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan inovasi dan kolaborasi. “Dan Universitas Padjadjaran sebagai perguruan tinggi negeri sadar untuk mengambil peran dalam menyelesaikan permasalahan di Jawa Barat ini,” kata Keri setelah acara peluncuran.

 

Keterlibatan perguruan tinggi dalam setiap pengambilan keputusan kebijakan publik, katanya, dapat mendorong lahirnya pemerintahan yang sehat. Untuk itu, katanya, InJabar sebagai institusi di Universitas Padjadjaran yang menjadi think tank penyusun dan pengambil kebijakan untuk pembangunan daya saing dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. “InJabar didirikan oleh Universitas Padjadjaran atas kolaborasi pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemangku kepentingan lainnya. InJabar diprakarsai oleh Gubernur Jawa Barat dan Rektor Universitas Padjadjaran,” kata Keri.

 

Kolaborasi Unpad-Pemprov Jabar, lanjut Keri, dilakukan dalam mengembangkan kebijakan publik yang adaptif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,  untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan di Jawa Barat.

 

Keri Lestari juga menjelaskan bahwa InJabar memiliki sejumlah inovasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Jawa Barat. Mulai dari permasalahan lingkungan, sosial, hingga ekonomi. Beberapa inovasi solusi yang ditawarkan yaitu Solusi Citarum, Solusi Inovasi Pembiayaan Pembangunan, Solusi Kesejahteraan, Solusi Rekayasa Sosial, Solusi Penguatan BUMDES, Solusi Penguatan Tata Kelola Desa, Solusi One Pesantren One Product, Solusi Satu Desa Satu Produk, Solusi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian di Jawa Barat, dan Solusi Kebencanaan.

 

Adapun InJabar juga berkolaborasi dengan beberapa pemangku kepentingan. Di antaranya adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Massachuset Institute of Technology, Redbound University, National University of Singapore, Diskominfo Jawa Barat, Bank Indonesia Jawa Barat, BAPEDA Kabupaten Tasikmalaya, dan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, demikian lanjut Prof. Keri Lestari. (*)

ude

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Jabar Wajibkan Masyarakat Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
SE Kemenag : Larangan Buka Puasa dan Sahur On The Road bersama Selama Ramadhan 1441 H
5.047 Pekerja di Jabar Di-PHK Akibat Penyebaran Virus Corona
Pengajuan PSBB di Jabar Berdasarkan Peta Persebaran COVID-19
DPRD Jabar Apresiasi Pemkot Bandung dalam Penanganan Covid19

Editorial