Wagub Jabar : Pemprov Fatsun Keputusan Pusat Larang Wisatawan Tiongkok - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Wagub Jabar : Pemprov Fatsun Keputusan Pusat Larang Wisatawan Tiongkok
    JuaraNews/Abdul Basir

    Wagub Jabar : Pemprov Fatsun Keputusan Pusat Larang Wisatawan Tiongkok

    • Senin, 3 Februari 2020 | 18:09:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menerima audiensi Forum Ormas Islam (Formasi) Siaga Ummat Jabar di Ruangan Papandayan Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (3/2/2020).

     

    Audiensi tersebut, dilakukan setelah Formasi menggelar aksi unjuk rasa, salah satu tuntutan adalah menolak wisatawan asal Tiongkok datang ke Jabar, pascamenyebar luasnya Virus Corona dari negeri Tirai Bambu yang menewaskan ratusan orang.

     

    Pemerintah Indonesia sendiri sudah memutuskan untuk menutup penerbangan dari dan ke daratan utama China. Keputusan ini akan diberlakukan mulai Rabu, 5 Februari 2020.

     

    "Terkait dengan Virus Coronam pemerintah sudah ada larangan wisata asal Tiongkok untuk masuk ke Indonesia, berati kita (Jabar) pun termasuk wilyahnya," kata Uu 

     

    Untuk itu, kata Uu, Pemprov Jabar siap melaksanakan larangan tersebut. Hal itu agar tidak ada masyarakat Jabar yang terjangkit Virus Corona.

     

    "Kita sebagai pemerintah daerah harus patsun kepada pemerintah pusat. Jadi intinya kita tinggal melanjutkan apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah Indonesia," tandasnya.

     

    Sebelumnya, massa aksi dari berbagai ormas Islam di Jabar yang mengatasnamakan Forum Ormas Islam melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate.

     

    Adapun tuntutan masa aksi, yaitu menolak wisatawan asal Tiongkok datang ke Jabar, menolak acara Kirab Budaya Jabar yang akan diadakan di Cirebon karena disinyalir akan jadi acara yang mempertontonkan kemusyrikan. Serta menolak pendirian gereja terbesar se-Asia Tenggara yang akan dibangun di Ciwaruga Bandung. (*)

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jabar Gunakan SimcovID Untuk Ukur Angka Reproduksi (Rt) COVID-19
    Jabar Perketat Pengawasan Melalui Mobile COVID-19 Test
    Aktivitas Masjid pada New Normal Hanya di Zona Biru
    10 Provinsi tak Laporkan Adanya Penambahan Covid-19
    Pemerintah Ijinkan 102 Zona Hijau Kembali Produktif, Jawa Barat tak Termasuk
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads