blog counter

Jelang Pemilu 2024, Ridwan Kamil Lebih Populer Dari Prabowo dan Anies

  • Senin, 14 November 2022 | 09:38:00 WIB
  • 0 Komentar


Jelang Pemilu 2024, Ridwan Kamil Lebih Populer Dari Prabowo dan Anies
Hasil survey CiGMark menyebutkan Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil lebih populer daripada Prabowo dan Anies Baswedan menjelang Pemilu 2024 (istimewa)

JuaraNews, Bandung – Popularitas Ridwan Kamil (RK) lebih unggul dibanding Prabowo Subianto dan Anies Baswedan menjelang Pemilu 2024. Hal itu diungkap oleh lembaga survey CiGMark dalam rilisnya Minggu (13/11/2022). Tingginya popularitas RK itu diperoleh CiGMark setelah lembaga itu mengadakan survey pada 12 hingga 28 September 2022.


CEO CiGMark Panca Pratama menyatakan, nyaris seratus persen masyarakat Jawa Barat mengenal Ridwan Kamil. Persentasenya mencapai 99,2 persen. Angka itu bersaing tipis dengan persentase keterkenalan Prabowo di Jawa Barat sebanyak 96,9 persen.


“Untuk konteks kontestasi Pilpres 2024, RK (Ridwan Kamil) dan PS (Prabowo Subianto) merupakan sosok yang sudah sangat populer di Jawa Barat,” kata Panca seperti dikutip iNews.id Senin (14/11/2022).


Namun bila dikulik lebih jauh, dari angka tersebut, ujar Panca Pratama, level kesukaan terhadap Ridwan Kamil jauh lebih tinggi. Sebanyak 97,2 persen masyarakat Jawa Barat menyukai Ridwan Kamil.


"Sementara persentase kesukaan mereka terhadap Prabowo berada di angka 75,7 persen," ujar Panca Pratama.


Lantas seberapa pantas nama-nama tersebut menjadi presiden? Hasil Survei CigMark mendapati persaingan cukup ketat di antara Ridwan Kamil, Prabowo, dan Anies.


Ketika disuguhi pertanyaan tersebut, masyarakat Jawa Barat menilai Ridwan Kamil pantas menjadi presiden berikutnya.


”RK kemudian diikuti oleh PS dan AB merupakan sosok yang dinilai pantas sebagai presiden RI ke depan,” tuturnya.


Secara keseluruhan, kata Panca Pratama, sebesar 35,3 persen masyarakat Jawa Barat menilai Ridwan Kamil sangat pantas menjadi presiden. Sementara itu, Prabowo mendapat dukungan 18,4 persen .


Sedangkan Anies berada di posisi ketiga dengan dukungan 15 persen. Bila digabung dengan masyarakat yang menilai Ridwan Kamil cukup pantas menjadi presiden berikutnya, persentase dukungan terhadap mantan wali kota Bandung itu mencapai angka 91,7 persen. Sementara itu, Prabowo mendapat dukungan 73,9 persen, dan Anies didukung oleh 69,2 persen. Angka itu menunjukkan dukungan terhadap Ridwan Kamil di Jawa Barat sangat tinggi.


Ketika diberi pertanyaan terbuka, masyarakat Jawa Barat mayoritas memilih Ridwan Kamil untuk menjadi presiden. Sementara Prabowo berada di posisi kedua, Anies di posisi ketiga, dan Ganjar Pranowo di posisi keempat.


”Untuk konteks pilpres di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan pertanyaan terbuka, RK sebagai Gubernur Jawa Barat berada pada posisi teratas diantara nama-nama lainnya yang mengemuka,” ucapnya.


Hasil yang hampir sama diperoleh saat masyarakat Jawa Barat dihadapkan pada nama-nama besar yang berpotensi menjadi wakil presiden. Dukungan terhadap Ridwan Kamil tetap paling tinggi. Disusul oleh Anies, Sandiaga Uno, dan Ganjar Pranowo.


”Untuk posisi wapres, berdasarkan pertanyaan terbuka, RK tetap yang tertinggi, bahkan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan dukungan berdasarkan pertanyaan terbuka untuk posisi presiden,” ujar Panca Pratama.


Dukungan besar dari masyarakat Jawa Barat terhadap Ridwan Kamil tidak lepas dari rekam jejak dan kinerja pejabat berdarah Sunda itu selama memimpin di Jawa Barat. Baik ketika bertugas sebagai gubernur maupun sebagai wali kota. Ridwan Kamil tidak hanya berhasil mengubah wajah Jawa Barat secara fisik menjadi lebih baik. Melainkan turut membawa kemajuan bagi salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia tersebut.


Berbagai prestasi diraih sehingga tagline Jabar Juara benar-benar menjadi nyata. Hasil Survei CiGMark kali ini dilakukan dengan metode multistage random sampling. Jumlah total responden yang ditanyai dalam survei tersebut sebanyak 825 orang. Dengan margin of error pada angka 3,48 persen.


”Untuk menjaga kualitas dari pelaksanaan survei ini, proses wawancara dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Informasi melalui kuesioner elektronik (CAPI), sehingga setiap kesalahan dapat diminimalisir lebih awal, serta pelaksanaan monitoring dan spotcheck terhadap 20% PSU,” tutur Panca Pratama.(*)

Aep

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Jabar Bergerak Bantu Kebutuhan Lapangan Korban Gempa Cianjur
Densus 88 Amankan Terduga Teroris dari Empat Lokasi di Sukoharjo
Buka Road to Hakordia 2022, Ketua KPK Sebut Terima 268 Laporan Dugaann Korupsi di Jatim
Jabar Saber Hoaks Berjibaku Klarifikasi Puluhan Hoaks Gempa Cianjur
Pasca Gempa Cianjur, DKPP Jabar Inventarisasi Hewan Ternak
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads