blog counter
PT POS

Meski Ada Kenaikan Harga, Stok Kacang Kedelai di Kota Bandung Aman

  • Kamis, 13 Oktober 2022 | 07:02:00 WIB
  • 0 Komentar


Meski Ada Kenaikan Harga, Stok Kacang Kedelai di Kota Bandung Aman

 

JuaraNews, Bandung - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memastikan ketersediaan  kacang kedelai aman.

 

Kadisdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan stok kacang aman meskipun mengalami kenaikan harga.

 

"Memang ada kenaikan harga oleh importir. Per hari Selasa, 11 Oktober 2022 harga kedelai di tingkat distributor itu Rp12.800/kg. Sedangkan di tingkat pengrajin tahu tempe di Rp13.000/kg," ungkap Elly.

 

Harga sebelumnya yakni Rp11.000-Rp12.000/kg. Ia mengatakan, kenaikan harga ini merupakan ketiga kalinya.

 

Pertama saat awal tahun di bulan Februari. Lalu, kala menjelang Ramadan di bulan April, dan Oktober sekarang yang ketiga kalinya.

 

"Tapi kalau stok kacang kedelai dalam kondisi aman tersedia untuk di Kota Bandung, hanya harganya memang mengalami peningkatan," ujarnya.

 

Kebutuhan kacang kedelai untuk pengrajin tahu tempe di Kota Bandung mencapai 3.000 ton per bulan. Rata-rata kacang kedelai yang disalurkan ke Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Kopti) Kota Bandung mencapai 80 ton per hari.

 

Ia menjelaskan, penyebab kenaikan harga kacang kedelai antara lain karena Indonesia masih mengandalkan kedelai impor dari Amerika Serikat, Kanada, Brazil. Sehingga Kota Bandung juga sebagian besar mengandalkan impor tersebut.

 

"Harga kedelai dunia mengalami kenaikan juga karena produksi penurunan, akibat Covid-19 biaya logistik naik, dan melemahnya nilai tukar dolar," ucapnya.

 

Ia menambahkan, importir kacang kedelai di Kota Bandung yang terdata Disdagin hanya satu yakni Depot Kacang Indonesia beralamat di Jalan Terusan Pasirkoja.

 

Sedangkan distributor kacang kedelai di Kota Bandung berjumlah empat, yakni CV. MJ di Babakan Ciparay, PT. FKS (Fisindo Kusuma Sejahtera) di Jalan Soekarno Hatta , CV. Gemilang di Jalan Ibrahim Adjie, dan Prama di Jalan Jamika.

 

Untuk menstabilkan harga di pasaran, Elly mengatakan, Kemendag telah mengeluarkan program Pemberian Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai di Tingkat Pengrajin Tahu dan Tempe. 

 

"Pemerintah memberikan subsidi Rp1.000/kg lewat Bulog sebagai stabilisator," katanya.

 

"Mekanismenya adalah Kopti Kota Bandung yang beranggotakan para pengrajin tahu dan tempe membeli kacang kedelai di Bulog. Kacang ini Bulog beli dari importir," imbuhnya.

 

Program subsidi ini sudah masuk tahap kelima. Tahap pertama dilakukan bulan April. Lalu, Oktober ini telah masuk tahap kelima.

 

"Sudah ada 576 pengrajin tahu tempe yang terdaftar di Kopti. Para pengrajin ini insyaAllah yang akan mendapatkan subsidi," tuturnya.

 

Demi menyelaraskan program dan menyepakati keputusan bersama, rencananya Pemkot Bandung yang diwakili Disdagin dan Bulog akan bertemu Kopti.

 

Elly mengimbau, agar pengrajin tahu tempe tidak perlu melakukan aksi mogok pada 17-19 Oktober mendatang. Meski ada kenaikan kacang kedelai pun, ia yakin konsumen akan memahami hal tersebut.

 

"Kami juga memikirkan para pelaku UMKM yang menggunakan tahu tempe sebagai bahan utamanya. Misal kupat tahu, kan tidak mungkin ya nanti cuma jual kupatnya saja," ujarnya.

 

Tak hanya lauk pokok, produk-produk olahan di Kosambi dan Leuwipanjang yang kerap menjadi oleh-oleh Bandung juga akan berdampak.

 

"Nanti bagaimana kalau mereka tidak bisa jualan jika pengrajin mogok? Semuanya akan terdampak. Jadi harapan kami, tidak perlu sampai ada aksi mogok," harapnya. (*).

bas

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Hadirkan Tata Kelola Terintegrasi, Pemkot Bandung Raih Penghargaan Smart Governance
KPPU Terima 400 Laporan Kasus Persekongkolan Tender
Tak Hanya Korban, Semua Pihak Harus Berani Laporkan Kasus Perundungan
Sebulan Lebih Tak Kunjung Datang, BBWS Dinanti Warga Istana Regency
Pemkot Bandung Buka Lowongan untuk 1.261 Formasi PPPK
Berita Terdahulu

Info Kota


Data Statik Covid-19


DATA COVID-19 INDONESIA

😷 Positif:

😊 Sembuh:

😭 Meninggal:

(Data: kawalcorona.com)

Ads