blog counter
PT POS

Hot News


JN-TAM

Opini


    Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Bencana Saat Musim Hujan

    • Rabu, 21 September 2022 | 13:40:00 WIB
    • 0 Komentar


    Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Bencana Saat Musim Hujan
    Kas Mitigasi Bencana Diskar PB Kota Bandung, Amires Pahala Istimewa

     

    JuaraNews, Bandung - Masuki periode transisi musim penghujan pada September ini, masyarakat Kota Bandung diimbau untuk waspada terhadap bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

     

    Hal itu diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Mitigasi Bencana Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Amires Pahala pada Dalam program Bandung Menjawab, Rabu, 21 September 2022.

     

    Ia menyampaikan, puncak musim hujan akan terjadi sekitar Januari-Februari 2022 

     

    "Ada 13 kecamatan yang berisiko banjir. Di beberapa titik di kecamatan itu berisiko tinggi akan bencana," ujar Amires.

     

    Ia memaparkan, dari hasil Kajian Risiko Bencana, beberapa lokasi yang rawan banjir di antaranya Kecamatan Andir, Astanaanyar, Babakan Ciparay, Bandung Kulon, Bandung Kidul, Panyileukan, Batununggal, Bojongloa Kidul, Rancasari, dan Kecamatan Kiaracondong.

     

    "Jika melihat dari wilayahnya memang lebih banyak sekarang terjadi banjir di Bandung Selatan karena perubahan ekosistem dan karena dilairi enam sungai. Sedangkan longsor cenderung di Bandung Timur karena kurang daerah serapannya," ungkapnya.

     

    Untuk mencegah ragam bencana terjadi, Amires mengaku terus memantau daerah yang sering terjadi bencana bersama aparat kewilayahan.

     

    "Kami melakukan mitigasi dengan edukasi ke masyarakat untuk belajar melihat potensi dan gejala terhadap perubahan sosial juga. Misalkan, masyarakat harus menjaga selokan, jangan buang sampah sembarangan," katanya.

     

    "Dari pihak pemerintah pun sudah membantu dengan membangun kolam retensi untuk mencegah banjir," imbuhnya.

     

    Sepanjang Januari-September 2022, kejadian bencana hidrometeorologi di Kota Bandung mencapai tiga kasus. Satu kasus banjir di Rancasari, dan dua kasus longsor.

     

    "Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian materi, ada rumah yg temboknya runtuh. Sebanyak 21 rumah terdampak banjir. Itu terjadi pada April 2022," ucapnya.

     

    Sedangkan pada 2021, jumlah kasus banjir sebanyak 6 kejadian, longsor ada 3 kejadian, dan angin kencang ada 4 kejadian.

     

    Menurutnya, bencana merupakan urusan bersama semua sektor pentahelix. Sehingga, selama setahun ini Damkar PB telah menyusun penanggulangan bencana bersama perangkat lain.

     

    "Kewaspadaan masyarakat memang masih kurang. Harus secara masif kita berikan pemahaman bagi masyarakat jika bencana itu terus mengintai," imbaunya.

     

    Terlebih ia menilai, bencana tahun ini akan cenderung ke kasus longsor jika dilihat dari pergerakan tanahnya.

     

    "Kami mengimbau melalui aparat wilayah untuk mewaspadai potensi atau gejala-gejala alam. Kami sedang menyusun surat untuk aparat wilayah, camat, dan lurah," tuturnya. (*)

     

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    DKPP Kota Bandung Mutakhirkan Data Penduduk di 19 Kecamatan
    2 Flyover Akan Dibangun di Jalan Buahbatu dan Padjadjaran Bandung
    Dinilai Mubazir, Warga Protes Proyek Gorong-gorong di Kompleks Istana Regency
    Atasi Banjir Gedebage, Pemkot Bandung Akan Aktifkan Sungai Cisaranten Lama
    Sebanyak 213 Peserta Ikuti Seleksi STQH Tingkat Kota Bandung
    Berita Terdahulu

    Info Kota


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads