blog counter

Hot News


Opini


    Drone Arash-2, Dirancang Iran Khusus Untuk Hancurkan Israel

    • Selasa, 13 September 2022 | 14:38:00 WIB
    • 0 Komentar


    Drone Arash-2, Dirancang Iran Khusus Untuk Hancurkan Israel
    Drone buatan Iran yang dipajang di suatu lokasi yang tidak diketahui. (Foto: iNews)

    TEHERAN, Juaranews – Iran merupakan salah satu negara yang paling keras dan lantang melawan Israel. Ketika terjadi serangan ke jalur Gaza yang dilakukan Saat Israel pada Agustus lalu, Teheran mengancam, Israel akan membayar harga yang sangat mahal atas serangannya itu.

    Iran telah membuat sebuah pesawat tak berawak alias drone yang diberi nama Arash-2. Drone itu dirancang khusus untuk menyasar kota-kota di Israel.

    “Kami telah merancang drone ini secara khusus untuk (menargetkan kota) Haifa dan Tel Aviv. Ini adalah drone unik yang dikembangkan untuk tugas ini,” kata Kepala Staf Angkatan Darat Iran, Brigjen Kiomars Heidari, sebagaimana dikutip iNews dari rilis media milik pemerintah Iran, Selasa (13/9/2022).

    Selain itu, Heidari pun menambahkan bahwa kemampuan drone buatan Iran itu akan terungkap dalam latihan yang akan datang, sebagaimana dikutip Reuters.

    Permusuhan antara Iran dan Israel semakin sengit dalam beberapa waktu belakangan. Para komandan militer Iran pun telah berulang kali mengancam akan menyerang Kota Tel Aviv dan Haifa.

    Upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan para kekuatan dunia (AS, Inggris, Prancis, China Rusia, dan Jerman plus Uni Eropa) belum berhasil sejak negosiasi dimulai di Wina pada April 2021. Israel sendiri menentang negosiasi itu.

    Kesepakatan tersebut ditandatangani 2015, dan secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, yang menawarkan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

    Israel menilai kesepakatan itu terlalu memberikan anging untuk Teheran dan menentang upaya AS dan Uni Eropa untuk memulihkannya.

    Pada Sabtu (10/9/2022) lalu, Inggris, Prancis, dan Jerman menyatakan keraguan mereka akan niat Iran untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut. Teheran lantas bereaksi dengan mengatakan bahwa pernyataan tiga negara Eropa itu tidak konstruktif.

    Di masa pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump, Washington DC menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran itu pada 2018. Senada dengan Israel, Trump berdalih, perjanjian itu terlalu lunak terhadap Iran. Sejak itu, Amerika Serikat menerapkan kembali sanksi besar-besaran terhadap Teheran. Iran berkeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads