free hit counter code Kasus Perundungan Terhadap Anak Kembali Terjadi, Wakil Ketua DPRD Jabar: Kami Prihatin - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter
Kasus Perundungan Terhadap Anak Kembali Terjadi, Wakil Ketua DPRD Jabar: Kami Prihatin

Kasus Perundungan Terhadap Anak Kembali Terjadi, Wakil Ketua DPRD Jabar: Kami Prihatin

JuaraNews, Bandung - Wakil Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari prihatin dengan kasus perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah.

 

Sebagaimana diketahui, kasus perundungan di lingkungan sekolah ini terjadi terhadap siswa kelas V SD di Kabupaten Tasikmalaya dan meninggal dunia setelah depresi tidak terulang kembali.

 

"Kami berharap kasus bullying di kalangan anak-anak, di lingkungan sekolah atau kasus serupa tidak terjadi lagi," kata Ineu kepada Wartawan kemarin.

 

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan seharusnya kejadian tersebut tidak perlu terjadi, apalagi di lingkungan sekolah, maka dari itu, katanya kasus bullying terhadap anak tidak terulang lagi.

 

Dan tentunya semua pihak, kata Ineu, mulai dari pemerintahan daerah di tempat korban, yakni Pemkab Tasikmalaya hingga pemerintah provinsi harus ikut menyelesaikan kasus ini.

 

Selain menjadi korban perundungan, berdasarkan keterangan ibu kandung F, anaknya juga dipaksa untuk menyetubuhi kucing sambil direkam dan videonya direkam oleh pelaku ke media sosial.

 

Politisi perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan menuturkan pendampingan anak oleh keluarga dan sekolah perlu ditingkatkan agar kasus serupa tidak terulang kembali

 

"Kasus bully ini sangat memprihatinkan dan saya sangat menyesalkan ada kejadian atau kasus bully yang tidak etis ini. Ini tentunya jadi tugas bersama orang tua dan juga sekolah. Peran guru BP juga harus muncul untuk konseling," tutur Ineu.

 

Menurut dia, hadirnya perda perlindungan perempuan dan anak di Jabar saat ini harus diimplementasikan lebih sebagai antisipasi atau pencegahan adanya korban.

 

Ineu mengatakan, pendampingan anak oleh keluarga dan sekolah perlu ditingkatkan dan tak hanya itu pemerintah pun harus memberikan perhatian lebih agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

 

"Saya pribadi prihatin dan sangat menyesalkan ada kejadian yang tidak etis ini. Ini tentunya jadi tugas bersama orang tua dan juga sekolah. Peran guru BP juga harus muncul untuk konseling," tutur Ineu.

 

Lebih lanjut Ineu mengatakan dengan hadirnya Perda Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak di Jabar maka saat ini harus diimplementasikan lebih sebagai antisipasi atau pencegahan adanya korban. (*)

 

bas

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Agus Mulyana Optimistis Timnas Menang Lawan Korsel
SAH! Prabowo-Gibran Presiden & Wapres 2024-2029
Bey Ingin Sumedang Kembali Jadi Paradijs van Java
Bonus Demografi Sumber Daya Pembangunan Produktif
Target Angka Penurunan Stunting  Masih Jauh

Editorial



    sponsored links