blog counter
PT POS

Hot News


JN-TAM

Opini


    Minimnya Siswa Daftar SDN di Kota Bandung, Disdik Kembali Buka PPDB Online



    Minimnya Siswa Daftar SDN di Kota Bandung, Disdik Kembali Buka PPDB Online

     

    JuaraNews, Bandung - Sejumlah sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Bandung masih minim pendaftar baru saat PPDB online 2022, seperti di Banjarsari, Merdeka, dan Putraco. 

     

    Ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Edy Suparjoto mengatakan Faktornya beragam, mulai dari minimnya jumlah penduduk usia SD hingga pola pikir masyarakat terkait sekolah tertentu.

     

     

    "Seperti di Banjarsari, Merdeka, Putraco, sekolahnya berada di kawasan bukan padat penduduk. Misalnya, Banjarsari itu masuk zona B. Sedangkan usia SD di zona B itu termasuk sedikit," ujar, Edy Suparjoto.

     

    Ia menambahkan, sedangkan minimnya pendaftar di Putraco disebabkan oleh pola pikir masyarakat. 

     

    Menurut Edi, masyarakat di sekitar sana telah menstigma SDN 206 Putraco Indah merupakan sekolah berkebutuhan khusus. 

     

    "Padahal kita telah berusaha mengurangi kuota sekolah Pelita dan Karang Pawulang agar masyarakat bisa mendaftar ke Putraco. Namun, stigma ini masih melekat pada masyarakat," akunya.

     

    Ia mengatakan, rata-rata kuota peserta didik baru tiap sekolah antara lain 4-5 rombongan belajar (rombel). Satu rombel berisi 28 siswa.

     

    "Ada sekolah yang hanya punya 2 dan 3 rombel. Malah ada yang 1 rombel. Tapi, rata-rata di Kota Bandung itu 4-5 rombel," katanya.

     

    Untuk menangani kejadian ini, Disdik Kota Bandung akan mengambil langkah dengan membuka kembali pendaftaran online bagi masyarakat.

     

    "Ini memang sudah ada regulasinya di peraturan wali kota (perwal). Ketika sekolah belum terisi, biasanya secara sistem para peserta akan ditarik ke sekolah yang masih kosong berdasarkan jarak terdekat dari rumah ke sekolah," jelasnya.

     

    Selain itu, pihaknya juga akan mempublikasikan daftar sekolah yang masih belum terpenuhi kuotanya. Namun, kata Edy, langkah ini juga perlu dibicarakan dengan kepala sekolah dan dewan guru dari masing-masing sekolah.

     

    "Karena di tahap I dan II masih ada beberapa sekolah yang belum memenuhi kuota, sehingga kami coba untuk pemetaan pada sistem. Jika anak itu sudah diterima di swasta, tidak akan kami tarik," ucapnya.

     

    Sedangkan untuk tanggal pembukaan ulang, Edy akan mengoordinasikan terlebih dahulu dengan tim di aplikasi sistem. (*)

     

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sadis! Brigjen TNI Inisial NA Tembak Kucing Hingga Tewas
    Begini Cara Pemkot Bandung Dukung Kreativitas KPJ
    HUT ke-77 RI, Yana: Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat, Kota Bandung Segera Normal
    Pemkot Bandung Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat UMKM
    HUT Ke-77 RI, Yuk Mengenal Sejarah Awal Paskibraka
    Berita Terdahulu

    Info Kota


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads