blog counter

KA Garut-Cibatu Resmi Kembali Beropeasi, Ongkos ke Jakarta Hanya Rp45 Ribu



KA Garut-Cibatu Resmi Kembali Beropeasi, Ongkos ke Jakarta Hanya Rp45 Ribu

JuaraNews, Garut - Jalur KA Garut-Cibatu resmi kembali dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Kamis (24/3/2023).


Peresmian dilakukan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo dan Bupati Garut Rudy Gunawan di Stasiun Garut,


Jalur Garut-Cibatu dibuka pertama kali pada 1889 dan berhenti beroperasi pada 1983. Melihat potensi yang ada, KAI mulai melakukan proses reaktivasi jalur tersebut sejak 2018. Dalam reaktivasi jalur sepanjang 19 km tersebut, juga dioperasikan kembali 3 stasiun yaitu Stasiun Garut, Wanaraja, dan Pasirjengkol.


Dirut PT KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh pihak sehingga reaktivasi jalur Cibatu-Garut dapat terealisasi.


"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Pemprov Jabar, Pemkab Garut serta kepada seluruh warga Kabupaten Garut atas dukungannya selama ini ke KAI," ujar Didiek dalam siaran persnya, Kamis (24/3/2022).


Setelah direaktivasi, kini Stasiun Garut memiliki bangunan baru yang menyediakan ruang pelayanan pelanggan, ruang VIP, ruang laktasi, pos kesehatan, ruang keamanan, masjid, toilet difabel, area UMKM, area komersial, ATM, area bermain anak, dan fasilitas lainnya. KAI juga masih menjaga keaslian gedung Stasiun Garut yang lama sebagai bentuk pelestarian bangunan bersejarah.


Didiek mengatakan, tujuan dari pengoperasian KA ini adalah untuk menyediakan jasa transportasi kereta api yang terjangkau untuk masyarakat Garut dan sekitarnya. Sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Garut khususnya dari potensi kebangkitan wisata, termasuk membantu para pengusaha kecil di sekitar stasiun dalam memasarkan produk lokal mereka dengan kehadiran Pojok UMKM.


Pada kesempatan ini pula, diresmikan pengoperasian KA Cikuray rute Garut-Pasar Senen pp dan KA Garut Cibatuan rute Garut-Purwakarta pp. Nama KA Cikuray diambil dari nama sebuah gunung yang berada di wilayah Garut yang terkenal dengan pemandangan alam yang sangat indah sehingga menjadi destinasi wisata favorit khususnya untuk para pendaki gunung. Dengan penamaan tersebut, diharapkan hadirnya KA Cikuray ini dapat meningkatkan pariwisata di daerah Garut.


KA Cikuray merupakan KA Jarak Jauh yang terdiri dari 7 kereta ekonomi dengan kapasitas total 560 tempat duduk. KA Cikuray memiliki 2 jadwal keberangkatan yaitu:

1. KA 7047 Relasi Garut - Pasar Senen berangkat Garut pukul 07.05 WIB datang Pasar Senen pukul 13.32 WIB
2. KA 7048 Relasi Pasar Senen - Garut berangkat Pasar Senen pukul 17.55 WIB datang Garut pukul 00.53 WIB


Adapun KA Garut Cibatuan merupakan KA Lokal yang terdiri dari 7 kereta ekonomi dengan kapasitas total 1.113 pelanggan. Pada masa pandemi kapasitas maksimal Kereta Api Lokal yaitu 70% dari kapasitas maksimal, sehingga kapasitasnya menjadi 780 pelanggan.


KA Garut Cibatuan memiliki 4 jadwal keberangkatan yaitu:

1. KA 451E Relasi Garut-padalarang berangkat Garut pukul 06.05 datang Padalarang pukul 10.23 WIB.
2. KA 441E Relasi Garut-Purwakarta berangkat Garut pukul 10.55 datang Purwakarta pukul 17.15 WIB.
3. KA 448E Relasi Purwakarta-Garut berangkat Purwakarta pukul 04.10 datang Garut pukul 10.29 WIB.
4. KA 442E Relasi Purwakarta-Garut berangkat Purwakarta pukul 16.15 datang Garut pukul 22.23 WIB.


Tarif kereta

KA Cikuray dan KA Garut Cibatuan melayani masyarakat mulai 25 Maret 2022 dan tiketnya dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, web kai.id, loket stasiun, serta channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.


KA Cikuray menggunakan tarif Public Service Obligation (PSO) yaitu Rp45.000 untuk rute Garut-Pasar Senen pp. Serta Rp25.000 khusus untuk rute Garut-Purwakarta pp yang hanya dijual secara go show mulai 3 jam sebelum keberangkatan. Adapun KA Garut Cibatuan juga termasuk KA Lokal PSO dengan tarif yaitu Rp6.000 s/d Rp14.000 tergantung jarak perjalanan.

 

Percepat Pergerakan Manusia dan Barang
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan ucapan selamat kepada warga Kabupaten Garut setelah kereta api komersial jalur Cibatu-Garut resmi beroperasi.


Dengan beroperasinya jalur Cibatu-Garut, Gubernur meyakini pergerakan manusia dan barang akan lebih cepat. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya perekonomian warga juga sebagai infrastruktur pendukung pariwisata di Kota Dodol.


"Ini menandakan pergerakan manusia dan barang bisa lebih cepat dan bebas dari kemacetan," kata Ridwan Kamil di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Kabupaten Bogor, Kamis (24/3/2022).


Ridwan Kamil juga sempat merasakan jalur Cibatu-Garut awal tahun lalu saat pengecekan akhir sebelum dioperasikan secara resmi.


Ia berharap, moda transportasi kereta api menjadi pilihan utama masyarakat seiring jalur lainnya yang akan direaktivasi dan pembangunan jalur baru. Transportasi berbasis kereta api selain efisien, juga efektif menekan tingkat polusi dan kemacetan di jalur arteri.


"Jadi di masa depan harus lebih seimbang transportasi berbasis kereta dibanding mobil," ucapnya. (*)

jn

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Digital Internal Influencer Sebagai Juru Bicara Perusahaan Sangat Butuhkan
173 Perusahaan di Jabar Dilaporkan karena Tak Memenuhi Hak THR Karyawan
Pemprov Jabar Dorong Pelaku UKM Perempuan  Melek Digital
Unit Bisnis Pesantren Penerima Program OPOP di Jabar Makin Berkembang
Hyundai Hadirkan Mobil Listrik IONIQ 5 di Kota Bandung
Berita Terdahulu

Editorial


    Lebaran Fraksi PKB Jawa Barat
    iklan qposaja

    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads