Hot News


Opini


    Jawa Barat Masih Kekurangan Panitia Vaksinasi Covid-19

    • Minggu, 8 Agustus 2021 | 06:36:00 WIB
    • 0 Komentar


    Jawa Barat Masih Kekurangan Panitia Vaksinasi Covid-19
    KEGIATAN vaksinasi massal di SMAN 3 Bandung, Sabtu (7/6/2021). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau vaksinasi massal di Gedung Bale Rame Soreang dan SMAN 3 Bandung. (Biro Adpim Jabar)

    JuaraNews, Bandung  – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak ikatan alumni sekolah maupun perguruan tinggi untuk menjadi panitia penyelenggara kegiatan vaksinasi Covid-19. Jabar kekurangan panitia dalam mengejar target vaksinasi selesai Desember 2021.

     

    Demikian dikatakan Ridwan Kamil usai meninjau vaksinasi massal di Gedung Bale Rame Soreang dan SMAN 3 Bandung, Sabtu (7/6/2021).

     

    "Vaksin ada di kami tapi kami kekurangan kepanitiaan untuk memobilisasi warga karena itu saya mencari ikatan alumni sekolah untuk menjadi panitia vaksinasi", ujar Ridwan Kamil.

     

    Kang Emil mengajak ikatan alumni yang ingin menjadi panitia kegiatan vaksinasi agar berkoordinasi dengan divisi khusus percepatan vaksinasi Jabar. Mengenai teknis pelaksanaanya dapat mengikuti cara yang sudah dilakukan oleh ikatan alumni SMAN 3 Bandung dan Universitas Padjadjaran.

     

    "Bagi ikatan alumni SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi yang akan bergabung agar mengikuti keteladanan yang diperlihatkan oleh IKA Unpad dan SMAN 3 dengan secepat-cepatnya dan seluas-luasnya," katanya.

     

    Seperti diketahui, target vaksinasi per hari di Jabar kini sudah ditingkatkan menjadi 500.000 orang per hari. Ini meningkat tajam dari target sebelumnya yaitu 150.000, bahkan tiga bulan lalu hanya 50.000 orang.

     

    Menurutnya, peningkatan target harian vaksinasi ini mengingat jumlah penduduk Jabar paling besar se-Indonesia mendekati 50 juta jiwa. Jika kecepatan vaksinasi tidak ditingkatkan maka target kekebalan kelompok 37 juta jiwa pada Desember 2021 akan sulit dicapai.

     

    "Jabar vaksinasi per harinya sudah melompat. Tiga bulan lalu per hari hanya 50 ribu sekarang 150 ribu. Tapi karena penduduk kita 50 juta jiwa dan yang harus disuntiknya 37 juta jiwa maka tantangan Jabar harus menyuntikkan 500 ribu orang perhari," jelasnya.

     

    Adapun dosis vaksin yang dibutuhkan untuk mengejar 500.000 tersebut adalah 15 juta dosis per bulan. Kang Emil pun makin intens berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menjamin jumlah dosis tersebut.

     

    "Jadi kita butuh 15 juta dosis vaksin per bulan dan kita sudah minta agar dipenuhi oleh pusat," ujar Emil.

     

    Selain untuk masyarakat umum, vaksinasi di Jabar juga menyasar disabilitas. Pemda Provinsi Jabar sudah mendapatkan hibah 120.000 dosis vaksin dari pemerintah pusat yang dikhususkan bagi kaum disabilitas.

     

    "Kami akan membereskan juga vaksinasi untuk disabilitas sudah ada 120 ribu dosis hibah dari pusat untuk sekitar 60 ribu orang," ucapnya.

     

    Emil pun memastikan sudah ada 30.000 disabilitas di Jabar di atas umur 18 tahun yang telah siap divaksin. Namun pihaknya akan memperluas cakupan vaksinasi bagi kaum disabilitas untuk rentang umur 12-17 tahun.

     

    "Kalau jatah vaksin masih ada maka barengan saja dengan keluarganya sekalian sehingga kita bisa mempercepat vaksinasi," tutur Emil.

     

    Dari hasil pantauannya, tingkat vaksinasi berbanding lurus dengan angka kematian akibat Covid-19. Gubernur menyebut, Kota Bandung dan Kota Cirebon yang tingkat vaksinasinya tinggi angka kematiannya rendah.

     

    "Dengan vaksinasi angka kematian menjadi rendah seperti di Kota Bandung dan Kota Cirebon. Saya minta Kabupaten Bandung vaksinasinya agar ditingkatkan karena dari catatan kami baru 12 persen," ungkapnya.

     

    BOR Turun Lagi

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan kabar baik bahwa per hari ini tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) sudah turun lagi di angka 45 persen.

     

    Angka BOR ini sudah di bawah batas aman yang ditentukan WHO yakni 60 persen. "Berita baiknya BOR Jabar sudah turun lagi sekarang 45 persen sudah di bawah batas aman WHO 60 persen," sebutnya.

     

    Selain itu, ketersediaan oksigen di Jabar juga sudah terkendali terlihat dari cadangan yang kini cukup melimpah. Menurutnya, dua hal itu karena kebijakan PPKM berhasil menurunkan tingkat epidemiologi. "PPKM bisa dikatakan berhasil menurunkan tingkat epidemologi," ucapnya.

     

    Selain menggenjot vaksinasi, pihaknya juga bertahap akan memulihkan ekonomi warga. Ia mengaku sudah melobi Pemerintah Pusat agar melonggarkan kegiatan ekonomi warga.

     

    "Senin, Pak Presiden akan mengumumkan. Kemungkinan ada kelonggaran-kelonggaran dan saya sudah sampaikan mohon restoran kafe dibuka mau 10 persen 20 persen 50 persen sudah kami perjuangkan dengan melobi pemerintah pusat sehingga ekonomi bisa jalan lebih baik lagi," tutupnya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bangkitkan Pariwisata Baduy dengan Kearifan Lokal
    Ketua MK:  Hanya Bentuk Negara yang tak Diubah dalam Amandemen UUD 1945
    Gubernur Jabar Usulkan Prof Mochtar Kusumaatmadja jadi Pahlawan Nasional
    Ketua KPID Jawa Barat : Peran Generasi Milenial dalam Content Creator Sangat Penting
    Sarbumusi-NU Jabar Silaturahmi dengan Wakil Bupati dan Kapolres Garut
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads