Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    Anggota DPRD Jabar Sebut Biaya Rapid Test Antigen Mahal

    • Rabu, 23 Desember 2020 | 09:12:00 WIB
    • 0 Komentar


    Anggota DPRD Jabar Sebut Biaya Rapid Test Antigen Mahal
    Anggota Komisi II DPRD Jabar, Hilal Hilmawan (Foto: JuaraNews/Abbas)

    JuaraNews, Bandung - Anggota Komisi II DPRD Jabar, Hilal Hilmawan meminta pemerintah agar mengurangi biaya rapid test antigen. Pasalnya, tarif rapid test antigen Rp 250 ribu dan paling tinggi Rp 275 ribu itu dinilai terlalu mahal oleh masyarakat.


    Seharusnya, sambung dia, setiap kebijakan yang diterbitkan pemerintah dalam melakukan aturan rapid test antigen guna memastikan nonreaktif corona, sebelum berpergian atau melaksanakan libur akhir tahun dengan menggunakan moda transportasi massal keluar daerah tidak memberatkan masyarakat.


    "Hanya saja tarifnya jangan membebani masyarakat, karena tarif rapid test antigen relatif mahal," kata Hilal Hilmawan, Rabu (23/12/2020).


    "Nanti tarif masuk objek wisata lebih murah daripada biaya tarif rapid test antigen yang mahal," tambahnya.


    Menurutnya, dimasa pandemi saat ini, paling tidak ada biaya keringanan oleh pemerintah untuk masyarakat agar bisa melakukan rapid test antigen.


    "DPRD mendorong biaya rapid test antigen difasilitasi oleh Pemprov Jabar. Atau pun paling tidak ada biaya subsidi yang lakukan pemerintah untuk masyarakat bisa melakukan rapid test antigen secara gratis," ucap Legislator Partai Golkar ini.


    Tak hanya itu, menjelang libur Tatal dan Tahun Baru 2021 (Nataru), Hilal mengingatkan agar para pengelola obyek wisata memastikan karyawannya sudah melakukan rapid test antigen terlebih dahulu sebelum dibolehkan melayani pengunjung. "Jangan sampai nanti wisatawan wajib rapid test antigen tapi pengelolanya tidak,"pungkasnya. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Indonesia Siapkan Sistem Penempatan Satu Kanal Pekerja Migran ke Arab Saudi
    Pandemi Covid-19, Buruh Berharap Banyak Pada Pemerintah
    Golkar Jabar Sosialisasi Omnibus Law Cipta Kerja, Nurul Arifin: Undang-undang Ini Lebih Banyak Manfa
    Asep “Acil” Saefudin: Sarbumusi Jabar akan Terus Advokasi Buruh
    Wagub Uu Dorong Sarbumusi Jabar Gelar Pelatihan bagi Pekerja
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads