Hot News


Inspirasi


    TNI Manunggal Membangun Desa Wujudkan Mimpi jadi Kenyataan

    • Kamis, 22 Oktober 2020 | 16:37:00 WIB
    • 0 Komentar


    TNI Manunggal Membangun Desa Wujudkan Mimpi jadi Kenyataan
    Anggota Kodam III/Siliwangi saat TMMD ke-109 (istimewa/pendam iii/siliwangi)

    PROGRAM TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 telah ditutup serentak di seluruh wilayah Indonesia pada 21 Oktober 2020.

     

    Di wilayah Kodam III/Siliwangi TMMD ke-109 dilaksanakan di 4 wilayah, yakni Kodim 0601/Pandeglang, Kodim 0621/Kab Bogor, Kodim 0612/Tasikmalaya, dan Kodim 0616/Indramayu. Di wilayah Kodim 0601/Pandeglang, berhasil membangun jalan setapak membelah hutan yang dulu hanya bisa dilalui pejalan kaki, kini kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melaju di atasnya.

     

    Padahal di ujung hutan itu ada sekitar 300 keluarga atau hampir 1.000 jiwa tinggal di dua desa, yakni Desa Babakan Cikeusik dan Desa Pisir Gadung. Mereka terisolasi oleh lebatnya hutan dan jauh dari keramain kota Kecamatan Patia yang hanya berjarak sekitar 4 km dari pemukiman kedua desa.

     

    Saat mereka ingin ke kota kecamatan untuk berbagai urusan, mulai dari berkunjung ke sanak famili, belanja keperluan se hari-hari, sekolah, mengikuti pengajian, berobat ke puskesmas, dagang dan menjual hasil bumi hingga mengurus surat-surat penting di kantor kecamatan, warga kedua desa itu sulit untuk melakukannya. Terasa jauh sehingga harus mengeluarkan biaya ekstra besar untuk transportasi karena perjalanan yang harus memutar untuk sampai tujuan di kota kecamatan.

     

    Pembukaan poros jalan baru sepanjang 3.340 meter dengan lebar 8 meter dilaksanakan selama satu bulan penuh oleh para prajurit Kodam III/Siliwangi dari Batalyon 320/BP, Kodim 0601/Pandeglang dibantu prajurit TNI AL dari Lanal Serang dan Polri serta didukung penuh masyarakat setempat bahu membahu tak kenal lelah membuat jalan setapak menjadi jalan lebar. 

     

    Kelelahan dan daya upaya  serta semua sumber daya yang dicurahkan  untuk kepentingan rakyat  terbayar sudah dengan terbukanya hutan lebat yang di tengah-tengahnya terlihat titian jalan membentang sepanjang 3.340x8 meter membuka asa mewujudkan mimpi masyarakat untuk bisa hidup lebih baik dan makin sejahtera.

     

    Kebahagian itu terpancar dari wajah Yanto  (45)  salah seorang pedagang baso keliling warga Babakan Cikeusik yang setiap hari berkeliling menyusuri jalan desa menjajakan jualanya dengan sepeda motor. Menurutnya, setelah dibuka jalan tembus dari Desa Patia hingga Desa Pasir Gadung ia berjualan tidak perlu berputar dan melambung, tetapi bisa melalui jalan tembus baru lebih cepat dan mudah ke tempat jualan.

     

    Yang lebih membahagiakan lagi bagi dia, TNI membawa berkah karena berkat jalan tembus yang dibuka melalui TMMD, ia bisa mendapat keutungan lebih dibanding  sebelumnya. "Saya pulang kerumah dagangan habis, uang yang dibawa juga lebih banyak," ucapnya.

     

    Senada dengan Yanto, 3 pelajar SMK Iptek Patia masing-masing Siti Nurfadilah, Eva Ernawati dan Siti Sadiah warga Kampung Bandung Desa Babakan Keusik yang setiap hari harus berjuang melawan lebatnya hutan dan terjalnya jalan setapak saat pergi dan pulang sekolah. Mereka tidak berani untuk pergi sekolah sendirian karena medan jalan yang dilaluinya berat dan membahayakan keselamatan jiwa.

     

    Namun karena niat kuat untuk menimba ilmu guna meraih cita-citanya, rintangan itu berusaha untuk dilewati. Menurut mereka, puluhan anak di kapungnya setiap hari harus berjuang keras untuk bisa pergi ke sekolah.

     

    “Kini rasa takut dan kekhawatiran dari para pelajar itu sirna sudah,  berganti dengan senang karena jalan yang diinjak dan dilaluinya tidak seram lagi. Mereka bisa bercanda dan tertawa riang saat pergi dan pulang sekolah, walau harus bercucur keringat akibat berjalan kaki.

     

    Pernyaatan  Yanto dan para pelajar itu dikuatkan oleh tokoh masyarakat Desa Patia, H Sardi (52) yang menyebutkan, mimpi masyarakat diwujudkan oleh TNI. Menurutnya, dulu tidak terbayangkan bakal ada jalan tembus yang bisa membelah hutan menghubungkan Desa Patia, Desa Babakan Cikeusik, dan Desa Pasir Gadung. Pemerintah daerah dan juga masyarakat bingung harus darimana memulai membangun desa terutama membuka daerah-daerah yang terisolir. 

     

    H Sardi mengungkapkan, beberapa desa di Kecamatan Patia belum terhubung jalan satu dengan lainnya, di antaranya Desa Babakan Keusik dan Desa Pasir Gadung karena terhalang perkebunan dan hutan.

     

    Selama ini warga kedua desa jika ingin ke pusat kota kecamatan atau mau ke Desa patia yang menggunakan kendaran harus berputar dua kali lebih jauh dengan waktu tempuh 45 menit hingga 1 jam. Tetapi sekarang mereka bisa sampai di kecamatan hanya butuh waktu 15 menit menyusuri jalan tembus yang baru selesai dibuat TNI  melalui TMMD.

     

    "TNI memang hebat hanya butuh waktu 30 hari kesulitan masyarakat bisa langsung teratasi, dan mimpi masyarakat jadi kenyataan dengan adanya program TMMD," jelasnya.

     

    Camat Patia Cecep Rohman SPd memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pembangunan yang dilaksanakan TNI melalui program TMMD ke-109 di wilayah kerjanya Kecamatan Patia. Khususnya sasaran fisik membuka jalan baru, jalan terobosan yang merubah dari jalan setapak menjadi jalan lebar bersirtu (pasir batu). Walau belum beraspal hanya baru pengerasan dengan batu kerikil tapi sudah cukup untuk membantu kesulitan masyarakat yang selama ini dialami akibat masih terisolasi.

     

    Cecep mengungkapkan sebenarnya pemerintah daerah sudah punya rencana untuk membuka akses jalan di seluruh wilayahnya, namun terkendala dengan sumber daya termasuk anggaran untuk membuka jalan terobosan yang berada di 3 desanya, Desa Patia, Babakan Keusik, dan Pasir Gadung. Akibat tidak ada akses jalan yang dekat, warga tersebut lebih banyak melakukan aktivitas sosial ekonominya dengan warga kecamatan tetangga di Kecamatan Cipicung.

     

    Kesulitan yang dihadapi pemerintah daerah untuk membuka jalan di antaranya dalam membebaskan lahan untuk keperluan buat jalan baru. Jarak jalan yang akan dibuka sepanjang 3.5 km terdiri atas 300-an pemilik lahan, belum lagi biaya untuk penggantian sudah diperkirakan cukup besar. Pemerintah Daerah belum sanggup untuk merealisasikannya. Kesulitan itu kemudian dicoba untuk didiskusikan dengan pemerintah kabupaten dan dinas terkait, salah satunya ide datang dari Dandim untuk dimasukan ke dalam program TMMD.

     

    Setelah menunggu cukup lama akhirnya tiba juga waktunya. Buka jalan tembus bisa terealisasi melalui TMMD ke-109 yang dilaksanakan mulai 22 September hingga 21 Oktober 2020. Cecep Rohman, S.Pd.. menambahkan jalan tembus itu  akan menjadi jalan poros yang strategis untuk pengembangan wilayah kedepannya, terutama nanti setelah terbangunnya Jalan Tol Pandeglang-Serang yang site plan-nya melintas di Kecamatan Patia dengan exit tol tepat pada jalur jalan yang dikerjakan TMMD, sehingga keberadaan jalan tembus jelas makin penting.

     

    Pengakuan Camat Patia, tokoh masyarakat dan warga masyarakat juga dibenarkan Dansatgas TMMD Dandim 0601/Pandeglang Letkol Kav Dedi Setiadi. Menurutnya, masyarakat merindukan perubahan di wilayahnya, namun terkungkung banyak masalah ketidakberdayaan.

     

    Untuk itu, Kodim 0601/Pandeglang berupaya untuk membantu memecahkan dan memberi jalan keluar salah satunya melalui program TMMD baik reguler maupun lmbangan, skala kecil maupun besar. Dandim 0601/Pandeglang bahkan berjanji jalan tembus yang telah dikerjakan  pada TMMD ke-109.

     

    Walaupun sudah mencapai target 100 % dari sasaran yang diprogramkan yang menjadi tanggung jawab Kodim. Hasil TMMD akan dilanjutkan melalui TMMD Imbangan pada tahun anggaran 2021 untuk diperkeras lebar bahu jalannya hingga bersambung dengan jalan di Kecamatan Cikupa. Setelah itu diharapkan nanti  diserahkan ke Provinsi Banten agar statusnya meningkat jadi jalan provinsi yang secara rutin bisa mendapat pemeliharaan dari APBD Provinsi Banten.

     

    Secara formal maupun substansial kita harus obyektif bahwa  TMMD merupakan sarana TNI mendekatkan dengan rakyat, berada di tengah-tengah rakyat, berkarya bersama rakyat dan membangun kemanunggalannya dengan rakyat.

     

    Karena itu program TMMD tidak boleh berhenti, perlu terus bersambung dan berlanjut dengan sasaran-sasaran realistik atas kebutuhan mendasar masyarakat sebagai program solutif untuk mengakselerasikan pembangunan nasional di daerah serta meningkatkan  kesejahteraan dan pemberdayaan  masyarakat, sekaligus menguatkan sinerjitas aparatur negara, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. (*)

     

     

    Kolonel Inf FX Welliyanto Kasih
    Kapendam III/Siliwangi

    Oleh: JuaraNews / jar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gubernur Jabar Deklarasikan Pilkada Serentak 2020 di Delapan Daerah Aman dari Covid-19
    Anggota DPRD Jabar Nur Suprianto Meninggal  Dunia, Diduga Terpapar Covid-19
    Uu Ruzhanul: Jangan Lengah Terapkan Protokol Kesehatan
    Forum Zakat Mendorong Empat Agenda Strategis Untuk Menguatkan Gerakan Zakat Nasional
    Bapera Jabar Hadir untuk Mengelola Kepemimpinan Pemuda
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads