Hot News


  • Indonesia Kembali Berduka
    Indonesia Kembali Berduka
    • 19 Januari 2021 | 03:57:00 WIB

    AWAL 2021 Indonesia kembali dikejutkan dengan berita jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute penerbangan Jakarta - Pontianak

Opini


  • Mengamalkan Islam Sepenuhnya
    Mengamalkan Islam Sepenuhnya

    ISLAM Islam adalah agama yang syâmil (meliputi segala sesuatu) dan kâmil (sempurna). Tak ada satu perkara pun yang luput dari pengaturan Islam.

    Selama Pandemi Covid-19,639 Ribu Orang Langgar Protokol Kesehatan di Jabar

    • Selasa, 6 Oktober 2020 | 09:09:00 WIB
    • 0 Komentar


    Selama Pandemi Covid-19,639 Ribu Orang Langgar Protokol Kesehatan di Jabar
    Protokol kesehatan wajib diterapkan (net)

    JuaraNews, Bandung - Aplikasi Pencatatan Pelanggaran alias Sicaplang yang digunakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jabar telah mencatat 639 ribu pelanggaran protokol kesehatan di Jabar.

     

    Rinciannya, sejak ditetapkannya Pergub No 60 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Penanggulangan Covid-19 di Daerah Provinsi Jabar, hingga 2 Oktober lalu, Sicaplang sudah mencatat 639.406 pelanggaran protokol kesehatan, baik perorangan maupun lembaga.

     

    Namun, aplikasi yang dikembangkan Jabar Digital Service serta Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar ini akan tidak digunakan lagi untuk mencatat pelanggaran protokol kesehatan di Jabar.

     

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar mengatakan, pemerintah pusat telah membuat platform digital yang terpadu dan terintegrasi dalam pencatatan pelanggaran protokol kesehatan sehingga Sicaplang yang dirilis pada 22 Agustus 2020 itu tidak lagi digunakan begitu sistem dari pusat itu sudah beroperasi.

     

    "Saya akan tutup usiakan Sicaplang, kami akan migrasi ke aplikasi yang dibuat tim Satgas (Covid-19) pusat," kata Ridwan Kamil saat rapat koordinasi Operasi Perubahan Perilaku bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) dan 9 gubernur lainnya melalui konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (5/10/2020).

     

    Emil menuturkan, Sicaplang hadir karena pihaknya selalu proaktif dan memanfaatkan teknologi digital sebagai salah satu upaya penanggulangan Covid-19. Meski begitu, Jabar sangat mendukung kehadiran sistem terpadu dan terintegrasi yang dibuat oleh pusat.

     

    "Tidak masalah (Sicaplang nantinya tidak digunakan) karena proses penegakan protokol kesehatan akan terus dilakukan," tegas Emil.

     

    "Selama (pandemi) Covid-19 ini kami selalu proaktif. Pada saat tidak ada (aplikasi pencatat pelanggaran protokol kesehatan (Covid-19), ya, kami buat duluan. Namun pada saat ada perubahan (dari pusat), kami mengalah dan tidak masalah karena tujuannya supaya one data policy bisa dilakukan," ujarnya.

     

    Meski Sicaplang nantinya tidak lagi digunakan, Emil menegaskan, hal itu tidak menurunkan pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan di Jabar. Pihaknya pun akan segera mengimplementasikan aplikasi sistem pelaporan perubahan prilaku yang dibuat oleh pemerintah pusat.

     

    Sementara itu, Menko Luhut Binsar Pandjaitan meminta para gubernur, pangdam, dan kapolda di 10 provinsi utama penularan Covid-19 untuk segera mengimplementasikan sistem monitoring perubahan perilaku yang sudah dibuat oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

     

    Selain itu, Luhut mengarahkan agar operasi yustisi dan simpatik yang dilakukan lebih masif dan terarah, terutama menyasar tempat-tempat kerumunan dan klaster Covid-19.

    "Masing-masing Pangdam dan Kapolda diberikan target minimal operasi harian yang harus dicapai," ujar Luhut.

     

    Pemerintah, lanjutnya, akan memberikan penghargaan kepada Korem, Kodim, dan Koramil serta Polres dan Polsek di setiap provinsi yang dengan baik melaksanakan program operasi perubahan perilaku.

     

    "Penghargaan ini bisa berupa dana pembinaan atau rekomendasi sekolah," katanya. (*)

    Oleh: JuaraNews / jar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Indonesia Kembali Berduka
    BPBD Jabar Masih Cari Korban Longsor di Sumedang
    Sebanyak 4.070 Tenaga Kesehatan di Jawa Barat Sudah Divaksin Covid-19
    Data dan Tensi Darah Jadi Kendala, Begini Kata Ridwan kamil
    Ratusan Massa Aksi Aliansi Patriot Kepung DMP Desa Jabar, Ada Apa?
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads