Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Selama Pandemi Covid-19, Konsumsi Jamu di Indonesia Meningkat



    Selama Pandemi Covid-19, Konsumsi Jamu di Indonesia Meningkat
    Ilustrasi Jamu (Foto: Net)

    JuaraNews, Bandung - Dalam sebuah publikasi ilmiah berjudul “Enhancing immunity in viral infections, with special emphasis on COVID-19,” disebutkan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi Jamu semakin meningkat akibat pandemic Covid-19.

     

    Peneliti dan Dosen Program Studi Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, Erwin Panigoro mengatakan bahwa salah satu faktor bagi masyarakat yang menumbuhkan keinginan untuk membeli jamu sebanyak 64,32 persen dan rutin mengkonsumsi jamu 63,82 persen. Ditambah lagi, hampir sebagian besar konsumen yang telah mengkonsumsi jamu di masa pandemi ini, mengaku merasa senang dan puas mengkonsumsi jamu.

     

    “Bahkan, jamu dianggap sebagai sebuah kebutuhan di tengah adaptasi kebiasaan baru saat ini,” kata Erwin dalam keterangan yang diterima, Rabu (5/8/2020).

     

    Dia menjelaskan, bersamaan dengan meningkatnya upaya menjaga kesehatan, masyarakat menilai jamu sebagai salah satu produk yang lekat dengan produk alami dan dikonsumsi demi menjaga kesehatan. Seperti varian beras kencur, kunyit asem, dan jahe, menjadi produk jamu favorit di mata konsumen.

     

    “Jamu mulai menjadi salah satu asupan favorit saat ini dengan harapan jamu dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit,” jelasnya.

     

    Dalam penelitian yang ditemukannya, bahwa konsumen sangat menggemari jamu olahan tradisional, dimana jamu gendong sebagai pilihan yang disukai ketika membeli Jamu. Selain itu jenis sajian jamu cold-press juga menempati olahan terfavorit. Sementara itu, persepsi yang melekat terhadap jamu adalah citra tradisional-nya dan seringkali juga dianggap sebagai obat.

     

    “Jamu juga dianggap sebagai minuman tradisional yang terbuat dari bahan alami yang kebanyakan diproses secara tradisional atau handmade,”ungkapnya.

     

    Bahan alami, ucap Erwin, menjadi bahan dasar dan utama jamu yang diyakini membawa khasiat yang menyehatkan tubuh dan menyegarkan badan. Selain itu, kandungan alami pada jamu diketahui menjadi pilihan bagi masyarakat ekonomi rendah-menengah sebagai obat alternatif dari obat-obatan modern.

     

    “Hal inilah yang menjadi alasan mengapa konsumen terbiasa mengkonsumsi jamu saat sedang sakit atau badan terasa kurang fit,” tutupnya. (*)

    Oleh: ridwan / rid

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    10 Ruang Kelas SMPN 1 Cabangbungin Rusak Parah, PSI Desak Perbaikan Segera
    Musda DPD Demokrat Jabar Sebagai Ajang Konsolidasi Partai
    Tinjau PTM 100 Persen di Kota Bekasi, Wagub Jabar Pastikan Telah Laksanakan Protokol Kesehatan
    Presiden Jokowi Bagikan BLT Untuk PKL Pasar Sederhana Bandung
    Wagub Jabar Janji akan Tindak Tegas Penambang Ilegal
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads