Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Mendikbud Ajak Nahdlatul Ulama Berkolaborasi Bangun Pendidikan
    Mendikbud Nadiem Anwar Makarim

    Mendikbud Ajak Nahdlatul Ulama Berkolaborasi Bangun Pendidikan

    JuaraNews, Bandung-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan apresiasi terhadap lembaga pendidikan di bawah pembinaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan nasional.

     

    "Menurut saya tidak mungkin visi Presiden mengenai SDM unggul dan misi Merdeka Belajar tercipta tanpa partisipasi dari PBNU," dikatakan Nadiem dalam webinar yang dihadiri oleh para pengurus Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU), Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) atau Organisasi yang membidangi Pesantren di bawah pembinaan PBNU, belum lama ini.

     

    Kemendikbud, ungkap Nadiem, tidak mungkin dapat melakukan kerja pembangunan pendidikan nasional sendirian. Kerja sama dengan berbagai mitra pendidikan mutlak dilakukan, khususnya dengan besarnya cakupan pendidikan yang ada di Indonesia.

     

    "Filsafat pemikiran kita berubah total. Kita akan bermitra dengan berbagai macam organisasi swasta, organisasi nirlaba, organisasi mancanegara, dan juga berbagai macam organisasi atau platform teknologi. Semuanya bisa menjadi mitra, dan inilah cara kita kembali ke filsafat gotong royong," ujarnya.

     

    Menurut Mendikbud, Indonesia cukup berhasil dalam memberikan akses pada layanan pendidikan kepada setiap anak. “Namun, yang belum dilakukan adalah memastikan apakah mereka masuk sekolah benar-benar belajar atau tidak,” ungkap.

     

    Mutu pendidikan tercermin pada kualitas lulusan sebuah institusi pendidikan. Karakter lulusan yang memiliki kecakapan sosial, kreativitas, moralitas, spiritualisme, kemandirian, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta kemampuan berkolaborasi.

     

    "Ini adalah profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan utama semua program Merdeka Belajar," jelas Mendikbud.

     

    Dalam kesempatan silaturahmi ini, juga turut hadir Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Prof. Ainun Na’im, Ph.D., yang kemudian melanjutkan diskusi dengan Ketua LPTNU, Prof. Drs. H. Mohammad Nasir, M.Si., Akt., Ph.D.

     

    Dalam paparannya, Prof Nasir menyampaikan salah satu tugasnya untuk mengembangkan perguruan tinggi di bawah naungan NU. “Salah satu strategi yang saya dorong adalah inovasi untuk mengaplikasikan sistem e-learning yang juga dapat mengurangi biaya operasional,” jelasnya.

     

    Prof. Nasir juga mendorong harapan adanya penggunaan satu platform yang terintegrasi untuk melakukan pendidikan, interaksi antara dosen dan mahasiswa, juga termasuk proses evaluasinya. Hal ini akan menjadi terobosan melalui pembelajaran secara virtual, sehingga mahasiswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, serta dapat saling berbagi.

     

    Paparan Ketua LPTNU kemudian ditanggapi oleh Prof. Ainun bahwa tantangan dan harapan masyarakat untuk pengembangan perbaikan pendidikan inilah yang ditampung dan diimplementasikan melalui program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jaga Kesehatan! Pesan Doni Kepada Sukarelawan Penanganan Covid19
    Di Papua Cukup Menonjol, Kesembuhan Harian di Sejumlah Daerah Naik Pesat
    Warnet Covid-19 Hadir di Lembur Tohaga Lodaya Lingkar Selatan
    Gerakan Kebiasaan Bermasker Melalui Pendekatan Agama
    Pemerintah Umumkan Penyesuaian Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads