Ini Kelemahan Sepak Bola Indonesia Menurut Indra Sjafri



Ini Kelemahan Sepak Bola Indonesia Menurut Indra Sjafri

JuaraNews, Bandung – Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengungkapkan kelemahan sepak bola Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Indra Sjafri saat berbincang melalui Instagram Live Chat yang mengusung judul "Semangat Menolak Menyerah" pada Sabtu (25/4/2020).

 

Indra Sjafri mengungkapkan masih ada hal-hal yang harus dibenahi di sepak bola Indonesia khususnya tim nasional untuk bisa tampil lebih gemilang.

 

Pelatih asal Sumatera Barat itu menyoroti empat hal yang masih menjadi kelemahan terbesar sepak bola Indonesia yakni skill, kemampuan taktikal, fisik, dan mental.

 

"Kadang-kadang orang sudah menganggap pemain kita ini bagus. Jadinya mereka berharap timnas juara," kata Indra Sjafri kepada Kompas.com.

 

"Akan tetapi masih ada faktor-faktor yang perlu dibenahi. Skill, kemampuan taktikal, fisik, dan mental. Empat hal tersebut harus bagus dulu," ujar Indra Sjafri melanjutkan. Lebih lanjut, Indra menekankan kemampuan individu tersebut bisa mulai ditempa sejak dini melalui kompetisi dan pembinaan yang baik. Dimulai sejak Sekolah Sepak Bola (SSB) hingga karier profesional seperti Liga 1 disebut Indra Sjafri bisa menjadi wadah para pemain untuk meningkatkan kualitas individunya.

"Timnas yang bagus itu berangkat dari individunya. Para pemain itu harus dibentuk sejak SSB hingga karier profesional seperti Liga 1," tegas Indra Sjafri.

"Kalau pemain secara individu punya skill, kemampuan taktikal, fisik, dan mental yang bagus, kami sebagai pelatih mudah membuat ramuan untuk timnas yang bagus di masa depan."

 

"Akan tetapi, jika kemampuan individunya saja belum mumpuni, setiap pelatih timnas akan mengalami kesulitan dalam mencapai prestasi," ucap Indra Sjafri.

 

Diungkapkan Indra, kesulitan dalam mencapai prestasi bersama timnas Indonesia tersebut sering kali berakhir dengan digantinya pelatih oleh federasi.

 

Selama Blusukan Mencari Pemain Padahal menurut Indra, setiap pelatih timnas membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk bisa membawa tim yang dilatihnya meraih prestasi yang ditargetkan.

 

Pergantian tersebut juga dinilai Indra Sjafri tidak efektif karena program yang telah dilakukan sebelumnya praktis akan diganti seiring datangnya pelatih baru. "Kesulitan dalam mencapai prestasi tersebut berakhir pada keputusan yang dilakukan federasi untuk mengganti pelatih. Jadi itu membuat kita tidak efektif membangun timnas," ujar Indra Sjafri. (*)

ude

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Tumbangkan Taiwan 3-0 di Leg kedua play-off, Indonesia Lolos ke Babak Kualifikasi Piala Asia 2023
Resmi, Viral Blast Global Sponsori Bhayangkara FC
Ini Jadwal dan Venue Pertandingan Pekan 2 Liga 1 2021
Setelah 12 Tahun,  Akhirnya Cristiano Ronaldo Pulang ke Manchester United
Ini Hasil Drawing Babak Grup Liga Champions Eropa 2021-2022
Berita Terdahulu

Editorial


    Pos Indonesia kanan

    Jadwal Liga


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads


      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 6 14
      2. Chelsea 6 13
      3. Everton 6 13
      4. Manchester City 6 13
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Bhayangkara FC 9 22
      2 Persib Bandung 9 19
      3 PSIS Semarang 9 18