Sungai Cidurian Jebol, GBI Diterjang Banjir, Warga Keluhkan BBWS Citarum - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Sungai Cidurian Jebol, GBI Diterjang Banjir, Warga Keluhkan BBWS Citarum

    Sungai Cidurian Jebol, GBI Diterjang Banjir, Warga Keluhkan BBWS Citarum

    JuaraNews, Bandung - Tanggul Sungai Cidurian di Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung jebol, Rabu malam (1/4/2020). Akibatnya, ratusan rumah di Komplek Griya Bandung Indah terdendam lumpur.

     

    Warga komplek Griya Bandung Indah kesulitan membersihkan lumpur. Sementar sejumlah warga terpaksa mengungsi ke keluarga dan kerabat dekatnya.

     

    Ketua RT 10 RW 08, Edi Parwoto mengatakan, air bermatrial lumpur tiba-tiba datang dan merendam puluhan rumah di wilayahnya. “Di Dalam rumah ketinggian air mencapai 40 hingga 60 cm. Yang parah airnya bawa lumpur. Selama 20 Tahun saya tinggal di Komplek Griya Bandung Indah belum pernah banjir seperti ini,” paparnya.

     

    Edi menambahkan, banjir lumpur yang menyebabkan jebolnya tanggul ini diduga dampak dari benteng yang dibangunan salah satu pengembang perumahan.

     

    “Saya tidak ngerti seharusnya Balai Besar Sungai (BBWS) pantau pembangunan yang ada sekitar sungai Cidurian. Apa mereka, (pengembang-red) sudah antongi amdalnya atau belum,” katanya.

     

    Sementara itu, Mantan Ketua RW08 GBI, Yus Hermansyah mengatakan, saat ini sejumlah warga di RW08 kebingungan untuk membersihkan endapan lumpur akibat kurangnya peralatan.

     

    “Banjirnya sudah surut, tapi lumpurnya yang sulit dibersihkan,” ujarnya, seraya mnambahkan banjir lumpur pun menggenangi rumah di RW 08. Endapan lumpur pun terjadi di beberapa ruas jalan RW 09 dan RW 10.

     

    Yus mengaku bersama warga lainnya sudah berunding dengan pihak desa akan memberikan peralatan untuk pembersihan endapan lumpur. Namun, hingga kini peralatan tersebut belum dikirim.

     

    “Kami minta desa segera menurunkan peralatan untuk membersihkan lumpur, karena ini berhubungan dengan aktivitas warga sehari-hari jadi terhambat,” ujarnya.

     

    Yus mengungkapkan ihwal kejadian banjir disebabkan tanggul Sungai Cidurian jebol sepanjang 20 meter. Kondisi tersebut mengakibatkan air langsung meluber ke rumah warga.

     

    “Selama 22 tahun tinggal di sini baru kali ini kebanjiran. Padahal rumah saya lebih tinggi 40 centimeter dari jalan,” katanya. Dia menduga jebolnya tanggul akibat pemangkasan tanah sungai oleh pengembang perumahan di belakang GBI yang diganti kirmir. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Wagub Jabar Tinjau Kesiapan Masjid Agung Kota Tasikmalaya Jelang AKB
    Diseleraskan dengan DKI Jakarta, PSBB di Bodebek Kembali Berlanjut
    Aplikasi PIKOBAR Memuat Data Penerima Bansos
    DPRD Minta Pemerintah Segera Berikan Kejelasan Terkait Penutupan Pasar
    BRSPDSN Wyata Guna Salurkan Bansos Bagi Penyandang Disabiltas Netra Terdampak Covid19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads