KPK Panggil Wakil Bupati Sumedang
Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan

KPK Panggil Wakil Bupati Sumedang

JuaraNews, Bandung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan. Pemanggilan dilakukan untuk kasus suap pengadaan tanah ruang terbuka hijau (RTH) di Pemkot Bandung tahun 2012-2013.

 

Erwan saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014. Ia dijadwalkan diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka mantan PNS DPKAD Kota Bandung Hery Nurhayat (HN).

 

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HN," ujar Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

 

Penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap satu orang saksi lainnya, yakni seorang karyawan swasta bernama Eddy Sacheful Mamoer. Eddy juga diperiksa untuk tersangka Hery Nurhayat.

 

Sebelumnya KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus RTH Kota Bandung, yakni Hery Nurhayat serta dua anggota DPRD Bandung periode 2009-2014 Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet.

 

Hery diketahui adalah narapidana korupsi dana hibah 38 LSM fiktif yang merugikan negara pada Rp8,1 miliar dan korupsi hibah pemkot Bandung 2012 yang divonis selama 9 tahun penjara pada 2015 lalu.

 

Hery Nurhayat selaku kepala DPKAD kota Bandung sekaligus pengguna anggaran bersama-sama Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet selaku anggota DPRD Kota Bandung 2009 yang diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan dan sarana sehingga menyebabkan kerugian negara RTH pada 2012 dan 2013. (*)

ude

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


CSR BUMD Lembaga Keuangan Jabar untuk Penanganan COVID-19
Pemprov Jabar Saja Cuma Punya 800 APD, Butuh Tambahan 30 Ribu Lagi
Gubernur Jabar Izinkan Daerah untuk Lakukan Karantina Wilayah Parsial
Sekda Jabar Minta RS Rujukan Berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan COVID-19
Jabar Manfaatkan Drone untuk Cegah Penyebaran COVID-19 di 27 Kab/Kota