Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    English For Ulama Batch II, Dakwah Keindahan Islam kepada Dunia
    istimewa/humas pemprov jabar Emil saat penutupan program Engish for Ulama

    English For Ulama Batch II, Dakwah Keindahan Islam kepada Dunia

    • Selasa, 11 Februari 2020 | 10:03:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil resmi menutup pelatihan bagi 20 ulama yang tergabung dalam English for Ulama Batch II di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (10/2/2020) malam.

     

    Emil mengatakan, program English for Ulama mendapatkan respons positif dari pemerintah United Kingdom (UK) maupun masyarakat Eropa ketika Pemprov Jabar mengirim 5 ulama Jabar ke 5 kota di Eropa (London, Bristol, Glasgow, Manchester, dan Birmingham) untuk berdakwah soal keindahan Islam Indonesia.

     

    "Kita menyaksikan penutupan gelombang II English for Ulama kerja sama Pemda Provinsi Jabar dan Pemerintah Inggris. Di Batch I, sudah ada 5 ulama yang dikirim ke United Kingdom (UK). Tanggapannya positif, akan ada kunjungan balasan dari para ulama Inggris akan juga datang ke Jawa Barat sekitar bulan Maret," kata Kang Emil.

     

    "Saya orang paling bahagia di ruangan ini. Ini jadi salah satu langkah menciptakan diplomasi. Ada diplomasi ekonomi, pendidikan, dagang, dan kita buat diplomasi dakwah," imbuhnya.

     

    Adapun 20 ulama yang tergabung dalam English for Ulama Batch II sudah melewati proses seleksi dan mendapatkan pelatihan instensif dari British Council. Selain itu, para ulama mendapatkan materi soal keislaman dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

     

    Emil pun berharap, dengan program English for Ulama, pandangan masyarakat dunia, khususnya Eropa, tentang Islam Indonesia menjadi lebih baik.

     

    "Terima kasih kepada British Council untuk bimbingannya. Kita belajar Inggris langsung pada ahlinya," ucapnya.

     

    Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyambut positif program English for Ulama Batch II. Dia pun meminta kepada 5 ulama Jabar yang sudah berdakwah di Eropa untuk berbagi pengalaman.

     

    "Ini program luar biasa, mengajarkan Islam ke dunia luar yang sedikit mengerti tentang Islam," katanya.

     

    Sementara itu, Direktur British Council Paul Smith mengatakan bahwa program English for Ulama memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berdakwah soal keindahan islam dan keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Jabar.

     

    "English adalah bahasamu, bahasa kita, bahasa dunia, bukan hanya milik orang Inggris," ucap Paul Smith.

    "English for Ulama program tentang sharing, tentang religius Islam, sekaligus budaya," tambahnya.

     

    Salah satu ulama yang tergabung dalam English for Ulama Batch II, Andika, berharap bisa berdakwah soal keindahan Islam di panggung dunia.

     

    "Pemda Provinsi Jabar contoh hadirnya negara di tengah umat, mengomunikasikan kepada dunia bahwa Islam itu indah," kata Andika.

     

    Hal senada diungkapkan ulama English for Ulama Batch II lainnya, Supardan. Ulama asal Kota Sukabumi itu mengatakan bahwa dia akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, termasuk menguasai bahasa Inggris.

     

    "Kami mempersiapkan diri sebaik-baiknya, kami harus mampu menguasai pembelajaran bahasa Inggris. 10 hari (pelatihan) mendapat pembekalan yang luar biasa. Kami berterima kasih kepada Pemda Provinsi Jabar terutama Bapak Gubernur Ridwan Kamil, saya sangat mendukung program English For Ulama," ungkap Supardan.

     

    Sedangkan, salah satu ulama yang tergabung dalam English for Ulama sebelumnya, Hasan Al-Banna, menceritakanpengalamannya selama berdakwah di Eropa.

     

    "Agenda di sana cukup padat. Kita ada kunjungan ke kantor pemerintah setempat, bertemu perwakilan politisi, pengusaha muslim di sana, dan kita berbagi cerita," ucap Hasan.

     

    Saat di Eropa, Hasan menjadi salah satu pembicara dalam Thurrock Interfaith Roundtable Dialogue atau dialog antaragama yang berlangsung di Grays, Thurrock, sekitar 30 km di timur London.

     

    Selain Hasan, dialog yang dihelat Thurrock Labour Party (Partai Buruh Thurrock) tersebut dihadiri anggota majelis Qaisar Abbas dan John Kent, Imam Grays Mosque Salim Rahman dan Abdul Rashid, juga Pendeta David Peterson (St Clements Church) dan Matt Drummond (St Stephens Church). (*)

    Oleh: JuaraNews / fan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    500 Orang Ikut Swab Test di Balai Kota, di Antaranya Warga Sekitar Kawasan Secapa AD
    Dokter Reisa: Penanganan Korban Kekerasan Selama Pandemi Harus Lebih Cermat
    Sebagian ke Secapa TNI AD, Ratusan Ikan dari Ambon Diterbangkan ke Jakarta
       Banjir Rendam Delapan Desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.            
    Pengawasan Kota Bandung Diperketat, Lanjutkan AKB
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads