Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Pengamat : Virus Corona Belum Pengaruhi Pasar Finansial Asia

    • Kamis, 6 Februari 2020 | 07:02:00 WIB
    • 0 Komentar


    Pengamat : Virus Corona Belum Pengaruhi Pasar Finansial Asia
    Pengamat Ekonomi, Katarina Setiawan JuaraNews/Abdul Basir

    JuaraNews, Bandung- Pengamat Ekonomi, Katarina Setiawan menyebut masih terlalu dini untuk memprediksi dampak ekonomi akibat penyebaran viruscorona di Asia termasuk Indonesia.

     

    Pasalnya, jika belajar dari pengalaman yang lalu ketika kasus-kasus epidemics terjadi seperti SARS, Avian Flu, MERS dan Swine Flu maka terlihat dampaknya tidak melumpuhkan pasar asia, apalagi Indonesia.

     

    Menurutnya, dampak paling besar untuk ekonomi pasar finansial China timbul dari SARS berlangsung kurang lebih 5 bulan pada waktu itu MS Cina turun sekitar 5%.

     

    "Sedangkan untuk penyakit menular lain seperti disebut di atas dampaknya kecil respon cepat dari pemerintah berbagai negara saat ini diharapkan akan lebih efektif meredam dampak negatif dari coronavirus terhadap ekonomi maupun pasar dunia," kata Katarina, di Bandung, Kamis (6/2/2020).

     

    Dengan iklim investasi yang kondusif, lanjut dia, diperkirakan arus dana dari investor global ke negara-negara emerging market terutama di Asia akan semakin besar tidak terkecuali dengan Indonesia.

     

    "Diperkirakan pertumbuhan laba korporasi tahun ini akan lebih baik dibanding tahun lalu tentunya akan sangat mendukung pasar saham Indonesia," jelasnya.

     

    Adapun untuk sektor pilihan, ada tiga sektor yang masih memberikan potensi menarik di 2020. Pertama, sektor yang diuntungkan dengan penurunan suku bunga seperti sebagian perbankan, properti, dan konstruksi. Kedua, sektor industri metal seperti nikel. Ketiga, sektor telekomunikasi.

     

    "Katalis positif lainnya untuk pasar saham Indonesia adalah policy reform yang akan dilakukan pemerintah," ucapnya.

     

    Sementara untuk pasar obligasi, Katarina menjelaskan, kombinasi dari kebijakan disiplin fiskal dan suku bunga rendah serta target penerbitan obligasi yang lebih rendah di tahun ini dapat mendukung pergerakan pasar obligasi Indonesia di 2020. Seperti diketahui bahwa suku bunga Indonesia adalah salah satu yang paling menarik di dunia.

     

    "Kebijakan ini akan semakin mendukung pasar saham Indonesia yang diperkirakan akan membaik secara bertahap," pungkasnya.(*)

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kehati-hatian Agro Jabar Diharap Sukseskan Program Petani Milenial
    Jabar Ekspor 23 Ton Kelapa Parut ke Kosta Rika
    Digitalisiasi bank bjb Permudah Optimalisasi Pendapatan Daerah
    Pemprov Jabar-DKI Jalin Kerja Sama di Bidang Pangan dan UMKM
    Tandamata, Tanda Cinta bank bjb
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads