Satgas Citarum : Setiap Hari, 100 Ton Pempers Cemari Sungai Citarum - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Satgas Citarum : Setiap Hari, 100 Ton Pempers Cemari Sungai Citarum
    Abdul Basir Ketua harian satgas Citarum Dedi Kusnadi Thamim

    Satgas Citarum : Setiap Hari, 100 Ton Pempers Cemari Sungai Citarum

    • Jumat, 17 Januari 2020 | 08:00:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung- Ketua harian satgas Citarum Dedi Kusnadi Thamim mengatakan, Sekitar 100 ton pempers dibuang masyarakat ke Sungai Citarum setiap harinya. Hal ini menjadi salah satu pencemar Sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut.


    Dedi menjelaskan, data 100 pempers setiap harinya itu, berdasarkan hitungan tenaga ahli sampah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Harum.


    "Itu hitungan dari tenaga ahli, terdapat Pampers dengan pembalut anak-anak dan ibu-ibu itu hitungannya tuh sampai 100 ton per hari," ujar Dedi, usai menjadi salah satu pembicara di acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (16/01/2020).


    Dikatakanya, Penduduk yang tinggal di DAS Citarum lebih dari 20 juta, dengan perbandingan laki-laki dan perempuan, jika dihitung jumlah anak-anak, berapa anak-anak terutama bayi yang memerlukan Pampers.


    "itu hanya hitungan global dari 13 kabupaten, per Kabupaten dengan jumlah penduduk sebesar itu hitungan per hari seperti itu," katanya.


    Selain, Pempers, terdapat juga sampah rumah tangga, produk makanan, kostum, hingga limbah domestik, namun dari semua sampah semua satu diantaranya Pampers yang paling banyak dibuang masyarakat ke DAS Citarum.


    Menurut, Limbah rumah tangga itu, rata-rata masyarakat tidak memiliki septiteng dan pimpa pembungan otomatis, sehingga masyarakat langsung membuangnya ke sungai. sekedang limbah domestik diantaranya dihasilkan dari bekas cucian mandi cucian masak.


    "Jadi urutan yang paling banyak sampah terus limbah domestik," katanya.


    Dikatan lebih lanjut, pihak saat ini sudah memiliki solusi untuk penanganan sampah, hal itu agar masyarakat tidak lagi membuangnya langsung ke sungai.


    "Sekarang bagaimana penanganan sampah-sampah itu? sekarang sudah ada pemilahan mungkin tidak ke sungai sudah ada Penanganannya memang akhir-akhir nya buang langsung ke TPS," tutupnya. (*).

     

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Masuk Desa Rawan Covid-19, akan Diisolasi 14 Hari
    Ridwan Kamil: Pancasila Perekat Bangsa Indonesia
    New Normal, Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Diadakan Tes Masif Protokol Kesehatan
    Hari Lahir Pancasila Baru Bisa Diperingati Setelah 70 Tahun
    Jabar Gunakan SimcovID Untuk Ukur Angka Reproduksi (Rt) COVID-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads