JuaraNews, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pembangunan infrastruktur tetap menjadi agenda utama pada 2026. Fokus tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan dasar masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan penetapan sektor infrastruktur sebagai prioritas sejalan dengan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui DPRD Jawa Barat. Masukan tersebut menjadi dasar dalam menyusun arah pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah.
“Pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan pemerataan pembangunan,” ujar Herman usai Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Sekda Jabar Sebut Penambahan Kecamatan di Cimahi Masih Wacana
Ia menjelaskan, pembangunan pada 2026 tidak hanya difokuskan pada infrastruktur jalan, tetapi juga mencakup berbagai fasilitas pelayanan dasar. Infrastruktur pendidikan, kesehatan, hingga jaringan irigasi menjadi bagian penting yang akan terus diperkuat.
“Pembangunan infrastruktur pada 2026 sedang berjalan, difokuskan pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Jalan, irigasi, pendidikan, dan kesehatan menjadi prioritas agar pelayanan dasar semakin optimal dan merata di seluruh Jawa Barat,” ungkap Herman.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang berkualitas akan memberikan dampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Jalan yang semakin baik, misalnya, diyakini mampu memperlancar distribusi barang dan jasa sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Baca Juga: Sekda Herman Dorong PTS di Jabar Terlibat Atasi Pengangguran dan Sampah
Herman menilai kondisi jalan provinsi saat ini terus menunjukkan perbaikan. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Teman-teman kan bisa melihat bagaimana progres ya, jalan-jalan yang menjadi kewenangan provinsi kan relatif sebagian besar sudah mulus ya, karena kalau jalannya mantap ekonominya kan lancar. Itu kan multiplier effects,” pungkas Herman Suryatman. (dsp)







