banner 500x188

Minat Investasi Emas di Jawa Barat Meningkat

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto. (Foto:Istimewa)

JuaraNews, Bandung – Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto mengatakan minat masyarakat Jawa Barat terhadap investasi emas terus menunjukkan perkembangan positif.

Hal itu tercermin dari peningkatan penjualan emas PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah X Jawa Barat yang tumbuh sekitar 5 persen pada Juni 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga:Tingginya Minat Warga, DPRD Jabar Minta Kapasitas Apartemen Transit Rancaekek Ditambah

Menurutnya, kenaikan tersebut menjadi indikasi bahwa masyarakat kembali melirik emas sebagai instrumen investasi yang aman di tengah dinamika ekonomi global.

“Alhamdulillah saat ini kondisinya sudah mulai stabil. Ketika harga mulai bergerak naik dan stabil, masyarakat kembali berbondong-bondong membeli emas. Bulan ini penjualan emas kami sudah tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan bulan lalu,” ujar Eko kepada media jumat (19/6/2026).

Menurutnya, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga emas di dalam negeri. Meski dolar sempat menguat, harga emas di Indonesia justru cenderung stabil dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau dolar memang sempat naik, tetapi harga emas di Indonesia relatif stabil. Saat ini berada di kisaran Rp2,7 juta hingga Rp2,8 juta per gram dengan fluktuasi yang tidak terlalu besar,” katanya.

Baca Juga:Jelang Ramadan, Farhan Pastikan Harga Pangan di Bandung Aman dan Stabil

Eko menilai kondisi tersebut menjadi momentum yang cukup baik bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas. Terlebih, harga emas saat ini dinilai lebih menarik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

“Kalau emas berbeda dengan saham. Kalau saham biasanya orang menunggu turun baru membeli. Kalau emas, kapan pun saat memiliki dana sebenarnya sudah baik untuk membeli. Namun saat ini juga menjadi waktu yang bagus karena harganya mulai stabil dan cenderung menarik dibandingkan dua hingga tiga bulan lalu,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, bukan untuk tujuan spekulasi jangka pendek.

“Yang penting dipahami, investasi emas itu untuk jangka panjang. Jangan panik ketika harga turun sedikit. Emas memiliki karakter yang berbeda dan nilainya cenderung terus meningkat dalam jangka waktu panjang,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi bisnis gadai, Pegadaian mencatat aktivitas nasabah masih relatif stabil. Meski dibandingkan awal tahun terjadi sedikit perlambatan karena masyarakat cenderung menahan pembelian emas saat harga mengalami koreksi, layanan gadai tetap menunjukkan kinerja yang baik.

Baca Juga:Tren Baru Anak Muda Jabar: Mulai Melek Investasi Emas Lewat Pegadaian

Menurut Eko, momentum pasca-Lebaran dan menjelang tahun ajaran baru biasanya mendorong masyarakat memanfaatkan layanan gadai untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan maupun kebutuhan lainnya.

“Biasanya setelah Lebaran dan menjelang anak-anak masuk sekolah, banyak nasabah yang datang untuk memanfaatkan emas yang mereka simpan sebagai sumber pembiayaan,” katanya.

Ia menambahkan, emas masih mendominasi barang jaminan yang diterima Pegadaian. Saat ini sekitar 95 persen barang jaminan berasal dari emas, sedangkan sisanya berupa kendaraan dan barang elektronik.

“Mayoritas masyarakat sekarang sudah memahami manfaat menyimpan emas. Selain nilainya cenderung naik, penyimpanannya mudah dan emas juga dapat menjadi instrumen pelindung terhadap inflasi. Kesadaran masyarakat untuk berinvestasi emas terus meningkat dari waktu ke waktu,” tandasnya. (*)