free hit counter code Sumedang Punya 2 Destinasi Wisata Baru di Jatigede - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter

Hot News


  • Target Angka Penurunan Stunting  Masih Jauh
    Target Angka Penurunan Stunting Masih Jauh
    • 22 April 2024 | 17:41:00 WIB

    TARGET prevalansi stunting masih jauh dari angka yang ditetapkan. Kementerian kesehatan menetapkan targat prevalansi stunting pada 2024 sebesar 14 persen.

Opini


    Sumedang Punya 2 Destinasi Wisata Baru di Jatigede
    (humas pemprov jabar) Gubernur Jabar dan Bupati Sumedang saat peresmian

    Sumedang Punya 2 Destinasi Wisata Baru di Jatigede

    • Senin, 14 Agustus 2023 | 18:25:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Sumedang - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan 2 destinasi wisata barru di kawasan Bendungan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Minggu (13/8/2023).


    Kedua lokasi wisata yang sama-sama menghadap langsung ke Bendungan Jatigede tersebut, yakni Menara Kujang Sapasang di Desa Jemah, Kecamatan Jatigede. Lalu Taman Seribu Cahaya yang masuk Desa Pakualam dan Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja yang biasa menjadi spot menarik bagi pencinta paralayang.


    Kini Bendungan Jatigede tak hanya memiliki fungsi ekologi dan sumber daya air, tetapi punya nilai tambah yaitu pariwisata yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang dan Jabar.


    "Sumedang punya destinasi baru, Bendungan Jatigede yang selama ini maksimal hanya untuk ekologi dan sumberdaya air, sekarang bisa punya nilai tambah yaitu pariwisata," ujar Ridwan Kamil saat meresmikan Menara Kujang Sapasang.


    Menara Kujang Sapasang setinggi 99 meter berdiri tepat menghadap bendungan. Di dalamya dilengkapi lift yang mengarah ke puncak menara agar wisatawan bisa menikmati pemandangan pulau-pulau kecil yang muncul di Jatigede dari ketinggian.

     

    Kang Emil menyebut, dalam waktu dekat Menara Kujang Sapasang akan dilengkapi dengan fasilitas museum kujang. Museum yang ada di lantai pertama menara itu akan menampilkan koleksi senjata khas Tatar Priangan kujang yang berusia puluhan hingga ratusan tahun lalu.

     

    "Ini tidak hanya menara saja tapi akan ada edukasi budaya yaitu museum kujang, ada koleksi kujang yang usianya puluhan sampai ratusan tahun dengan segala makna-maknanya mengedukasi masyarakat yang datang kesini," ungkapnya.

     

    Menara Kujang Sapasang yang menjadi ikon baru destinasi wisata Kabupaten Sumedang itu didesain langsung oleh Ridwan Kamil.

     

    Di area menara Kujang Sapasang terdapat jembatan baja ikonik yang menghubungkan menara dengan Masjid Al Kamil yang juga telah diresmikan.

     

    "Jadi ada tiga filosofi, yaitu budaya kujang, agama ada masjid dan teknologi yaitu jembatan baja yang menghubungkannya," ujar Ridwan Kamil.

     

    "Mudah-mudahan bisa diapresiasi bahwa kita terus membuat hal- hal baru yang bermanfaat untuk masyarakat," tambahnya.

     

    Setelah Menara Kujang Sapasang diresmikan, Gubernur mengajak pihak swasta untuk terlibat membangun fasilitas pendukungnya. Seperti restoran, glamping, hotel, maupun jenis wisata pendukung lainnya.

     

    "Selanjutnya adalah penambahan fasilitas dari pengelola, silakan saya serahkan mau restoran, glamping, hiking, kayaking, booting. Kuncinya hadirkan kegiatan, masyarakat menunggu pasti datang," tutur Kang Emil.

     

    Pada kesempatan sama, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mangaku optimistis, hadirnya kedua destinasi baru tersebut akan menggerakkan roda ekonomi di wilayahnya.


    "Hadirnya menara Kujang Sapasang ini akan banyak mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi, banyak lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat meningkat itulah muaranya," ujarnya.


    Menurutnya, ada dua makna yang terdapat dalam menara Kujang Sapasang. Yakni menjaga nilai luhung budaya Sunda dan bergeraknya roda ekonomi di sektor pariwisata.


    Dony bersama masyarakat Sumedang berkomitmen akan merawat dan mengembangkan menara Kujang Sapasang yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang dan Jabar.

     

    "Komitmen kami akan merawat, menjaga, dan mengembangkan dengan sebaik-baiknya sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang dan Jabar," katanya.

     

    World Class Destination
    Sementara itu, Taman Seribu Cahaya akan dikelola oleh pihak swasta yaitu The Lodge. Di taman yang berada di ketinggian tersebut masyarakat dapat menikmati fasilitas seperti cahaya walk, cahaya resto, wahana skyplane, paralayang, gantole, ATV, hingga playground.


    Kang Emil mengatakan, Taman Seribu Cahaya ditargetkan menjadi world class destination atau destnasi wisata berkelas dunia.


    "Jabar keindahannya luar biasa, hanya butuh sentuhan mereka-mereka yang paham ilmunya bagaimana mengelola keindahan ini menjadi kebermanfaatan," ujar Emil saat meresmikan Taman Seribu Cahaya.


    Setelah diresmikan, sambung Emil, fasilitas di taman itu akan terus ditambah dan menggelar event paralayang skala internasional. "Ini belum final akan dilanjutkan sampai suatu hari orang ke sini akan melihat world class destination," katanya.


    Rencana jangka panjangnya, akan ada fasilitas perahu besar yang mengantarkan wisatawan dari Taman Cahaya Seribu Cahaya ke Menara Kujang Sapasang.


    "Dalam imajinasi saya Lebih cepat naik perahu dari Menara Kujang Sapasang ke Taman Seribu Cahaya makanya next project bikinlah perahu tapi besar," ujar Ridwan Kamil.


    Ia hanya menitipkan agar semua destinasi wisata di kawasan Bendungan Jatigede melibatkan masyarakat setempat yang tergusur oleh proyek bendungan ini. Gubernur mengatakan, masyarakat khususnya yang terdampak proyek Bendungan Jatigede harus menjadi penikmat utama yang merasakan dampak dari ekonomi pariwisata.


    "Titip yang harus menikmati utama adalah warga Jatigede. Mereka harus merasakan manfaatnya," pintanya.


    Gubernur optimistis, hadirnya destinasi wisata baru akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Emil menuturkan, kunjungan wisatawan ke Jabar setiap tahun mencapai 70 juta orang. Bila satu wisatawan diasumsikan membelanjakan uang sebesar Rp500 ribu sampai Rp1 juta maka setahun sektor pariwisata Jabar menyerap Rp35 triliun sampai Rp70 triliun.


    "Jabar setiap tahun 70 juta wisatawan kalau spending-nya Rp500 ribu sampai Rp1 juta, maka Rp35 triliun sampai Rp70 triliun uang masuk hanya di kegiatan pariwisata, apalagi ditambah dengan inovasi seperti ini," tuturnya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Cerita Pegawai PLN Tak Mudik Demi Amankan Listrik
    Dirut PLN Lakukan Inspeksi SPKLU Jalur Mudik
    Layanan Operasional Terbatas & Weekend Banking
    Operasi Pasar Ditarget Tuntas pada H-4 Lebaran
    KAI Operasikan 58 Perjalanan di Wilayah 2 Bandung

    Editorial



      sponsored links