blog counter

Hot News


Opini


    Berencana Akuisisi Hak Partisipasi Shell di Blok Masela, Pertamina Harus Siapkan Rp21 Trilyun



    Berencana Akuisisi Hak Partisipasi Shell di Blok Masela, Pertamina Harus Siapkan Rp21 Trilyun
    Blok migas Masela di perairan Maluku Tenggara Barat (Foto: iNews)

    Bandung, Juaranews – Permintaan Presiden Jokowi untuk mengakuisisi Hak partisipasi Shell di Blok Masela terus dijalani oleh PT Pertamina (Persero). Untuk mengakuisisi Hak partisipasi Shell itu, Pertamina diperkirakan harus menyiapkan sedikitnya Rp21 triliun.

    Dalam upaya akuisisi hak partisipasi atau Participating Interest (PI) Shell di Blok Masela tersebut, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengatakan Pertamina harus menemukan kesepakatan dengan Shell.

    Dwi menjelaskan, Shell sudah memiliki basis nilai yang minimal harus bisa disiapkan oleh Pertamina. Nilai tersebut merupakan total dana yang telah digelontorkan oleh Shell selama menjadi mitra Inpex di Blok Masela.

    “Pertamina negosiasi dengan Shell. SKK Migas memonitor dan memberikan drive agar Shell jual dengan harga enggak berlebihan. Biar jalan, kita surati mereka kira-kira divestasinya berapa? Ya, sekitar 1,4 miliar dolar AS (setara Rp21.285 triliun) yang sudah dikeluarkan Shell di Blok Masela,” kata Dwi, di Bandung, dikutip iNews Rabu (5/10/2022).

    Dia membeberkan, salah satu basis negosiasi antara Pertamina dan Shell juga saat ini sedang dilakukan. Pertamina sedang melakukan studi data room blok Masela. Diharapkan bulan ini pelaksanaan studi bisa rampung baru kemudian diputuskan berapa persen PI yang disanggupi atau akan diambil oleh Pertamina.

    “Pertamina sudah lihat data room lakukan studi, Oktober ini selesai studi data room, nextnya, challenge berapa persen kemampuan Pertamina, apakah 35 persen akan diambil semua atau tidak,” ungkap Dwi.

    Dia menjelaskan, SKK Migas menargetkan pembahasan divestasi maupun penyeraham revisi rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) bisa selesai di tahun ini. Pihak Inpex juga memiliki kewajiban untuk segera mengeksekusi proyek Masela jika dan tidak melebihi batas waktu sejak PoD pertama dulu disetujui pada 2019.

    “Inpex ada kewajiban, kalau mitra bermasalah ini tidak boleh terbengkalai . Hulu Migas tugasnya lead (operator) dia ini harus biayai sendiri dulu,” tutur Dwi.

    Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajarannya segera mencari alternatif pengganti saham Royal Dutch Shell Plc (Shell) yang mengundurkan diri dari pengerjaan proyek Gas Abadi Blok Masela.

    Pemerintah menargetkan perihal mengenai pembicaraan akuisisi hak partisipasi Shell di blok Masela oleh PT Pertamina (Persero) dapat selesai pada tahun ini. Salah satu syarat utama untuk mencapai kesepakatan tentu saja terkait nilai akuisisi PI itu sendiri.

    Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pemerintah membentuk konsorsium untuk mengambil alih 35 persen hak partisipasi Shell Upstream Overseas Ltd dalam pembangunan Proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi di Blok Masela, Provinsi Maluku.

    “Saya baru balik dari Saumlaki mendampingi Bapak Presiden dan kami menginap di sana. Presiden sudah memberikan arahan baik kepada saya maupun kepada Menteri BUMN bahwa program gas di Maluku menjadi salah satu prioritas," ujar Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI.

    Bahlil mengungkapkan Inpex sebagai pemilik saham mayoritas tetap harus diminta untuk cepat melakukan proses tersebut. Terkait ambil alih 35 persen saham Shell di Blok Masela, akan dibentuk konsorsium antara Indonesia Investment Authority (INA), PT Pertamina (Persero), dan beberapa perusahaan lain yang sedang dijajaki.

    Sebelumnya, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengungkapkan meskipun belum ada kesepakatan apapun namun pihak Inpex menyambut positif rencana ikut terlibatnya Pertamina di Masela. "Sama Pertamina mau banget (Inpex),” ujar Arifin.

    Investasi di blok Masela memang bukanlah investasi sedikit. Pada rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) awal, nilai investasinya diestimasikan bisa mencapai 19,8 miliar dolar AS dengan kapasitas fasilitas LNG mencapai 9,5 Metrik Ton Per Annum (MTPA) atau setara 1.600 juta kaki kubik per hari (MMscfd) serta gas pipa mencapai 150 MMscfd. Selain itu blok Masela juga diproyeksi hasilkan kondensat 35.000 barel per hari.

    Terbaru, investasinya diperkirakan akan membengkak 1,3 miliar dolar AS hingga 1,4 miliar dolar AS untuk membiayai penerapan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Transaksi Temu Bisnis dan Pameran Produk OPOP 2022 Capai Rp42,1 Miliar
    Konvensi Nasional Rancangan SKKNI, KKNI dan Skema Okupasi Dorong Pemulihan Sektor Parekraf
    El Royale Hotel Bandung Adakan Nobar Piala Dunia 2022
    Pegadaian Kanwil Bandung Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur
    Pegadaian Taman 3000 Mangrove dan 50 Ekor Tukik
    Berita Terdahulu

    Editorial


      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads