blog counter

Hot News


Opini


    Ini Empat Masalah Penataan Kawasan Cekungan Bandung, Apa Saja?

    • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 22:18:00 WIB
    • 0 Komentar


    Ini Empat Masalah Penataan Kawasan Cekungan Bandung, Apa Saja?
    Kawasan Strategis Nasional Cekungan Bandung (Foto: Ist)

    BANDUNG, Juaranews – Kota Bandung, merupakan salah satu kota yang berada dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN) cekungan Bandung. Kawasan cekungan Bandung ini terbentuk dari beberapa kabupaten kota dengan luas total sekitar 349.750 Ha. Kawasan dengan wilayah seluas itu melingkupi Kota Bandung dan Kota Cimahi sebagai kawasan inti dan tiga kabupaten lain, yaitu Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan sebagian Kabupaten Sumedang.

    Sebagaimana ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung, tata ruang kawasan ini bertujuan untuk mewujudkan kawasan perkotaan berkelas dunia sebagai pusat kebudayaan, pariwisata, kegiatan jasa, dan ekonomi kreatif nasional berbasis pendidikan tinggi dan industri berdaya saing serta ramah lingkungan.

    Namun, untuk mewujudkan tujuan dari tata ruang kawasan ini pemerintah dihadapkan pada berbagai masalah. Setidaknya terdapat empat persoalan utama di cekungan Bandung, yaitu, kamacetan lalu lintas, banjir, sampah, dan tata ruang. Keempat persoalan itu sampai saat ini belum terpecahkan secara tuntas, meski Pemkot dan Pemkab Bandung, Pemkot Cimahi, dan Pemkab Bandung Barat yang berada di cekungan Bandung telah berupaya melakukan kolaborasi untuk mengatasinya.

    Menengarai hal ini, Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, Pemkot Bandung mendukung penuh kinerja Badan Pengelola Kawasan Perkotaan (BPKP) Cekungan Bandung dalam mengakselerasi berbagai penyelesaian masalah.

    "Kami konsentrasi di empat bidang. Kami bisa berprogres untuk bisa melakukan percepatan berbagai program BPKP," kata Wali Kota Bandung.

    Yana Mulyana menyatakan, Kota Bandung merupakan kota inti dalam pelaksanaan proyek strategis kawasan cekungan Bandung. Integrasi yang akan dilakukan diharapkan berjalan lancar, dari tata ruang, transportasi, sumber daya air, hingga persampahan.

    "Transportasi, pengelolaan air lintas wilayah, dan lainnya, kami integarsikan sehingga jelas nanti siapa berbuat apa," ujar Yana Mulyana.[ab]

    Aep

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads