blog counter

Hot News


Opini


    Seventh BaCAA Menarik Seniman Muda Untuk Tetap Berkarya

    • Sabtu, 13 Agustus 2022 | 17:02:00 WIB
    • 0 Komentar


    Seventh BaCAA Menarik Seniman Muda Untuk Tetap Berkarya
    Salah satu karya yang ditampilkan pada ajang penganugerahan BaCAA di Lawangwangi Creative Space Bandung Bas

     

    JuaraNews, Bandung - Perupa Seni Kontemporer Indonesia FX Harsono mengapresiasi penganugerahan seni Bandung Contemporary Art Award (BaCAA) yang dikelola Artsociates bersama Lawangwangi Creative Space Bandung.

     

    Sebab, sejak diluncurkan pertama kali pada 2020, BaCAA menjadi ruang stimulus bagi para perupa Indonesia terutama seni kontemporer untuk barometer karir mereka.

     

    "Ini menunjukkan BaCAA tidak hanya menarik dalam kegiatan, akan tetapi BaCAA menarik seniman muda dalam seni kontemporer," ucapnya saat menjadi juri penganugerahan Seventh BaCAA di Lawangwangi Creative Space Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (12/8/2022).

     

    Harsono mengatakan seni kontemporer ini harus terus diperkenalkan kembali kepada masyarakat khususnya bagi anak-anak muda, sebab, anak muda sangat berpotensial menjadi seni muda dimasa yang akan datang.

     

    Dia yang sejak dahulu mengamati perkembangan seni kontemporer mulai dari pertama di Institut Teknologi Bandung (ITB) 

    hingga berkembang ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti, Surabaya, Jogja, Jakarta dan Bali.

     

    "1975 saat itu saya masih menjadi mahasiswa. Awalnya dari bandung Mahasiswa ITB Sejak itu perkembangan seni kontemporer berkembang di Indonesia," katanya.

     

    Dia menambahkan, seni kontemporer perlu dikembangkan lebih luas lagi, tidak hanya di dunia pendidikan saja, akan tetapi bisa dengan membentuk komunitas seni dan sebagainya.

     

     

    "Karena Pendidikan saat ini tidak menampilkan seni kontemporer. Mara kita kembangkan seni dengan sendirinya," tandasnya.

     

    Sebanyak, 15 Finalis dari Seventh BaCAA telah terpilih yaitu Aditya DP dan Amajid Sinar, Arief Budiman, Asmo Adji, Candrani Yulis, Fransisca Retno Setyowati, Kartika Octarina, Muhammad Sabiq Hibatulbaqi, Nesar Ahmad, Obrelan Monre, Patriot Mukmin, Perempuan Pengkaji Seni, Riyan Kresnadi, Rizal N.Ramadahan. Suvi Wahyudianto, dan Vitoria Kosasie.

     

    Dalam malam penganugerahan Seventh BaCAA, dari lima bei karya yang ditampilkan, terpilih tiga karya terbaik dan mendapatkan hadiah 100.000.000, Residensi seni di intermodes, la Rochelle, Perancis and Art trip ke seni rupa internasional.

     

    Penganugerahan di juri para seniman profesional di bidangnya, FX Harsono, Tom Tandio, Aaron Seet, Evelyn Halim dan Wiyu Wahono ini, Perempuan pengkaji seni menjadi yang terbaik dan berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar 100.000.000. (*)

     

     

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Makian Khas Basa Sunda: Perspektif Alternatif Kehidupan Jenaka
    Makin Seru Nonton Film dengan Fitur-Fitur Unggulan Iflix Indonesia
    Kisah 'Jurig Jarian', Mitologi Untuk Terapkan Nilai Tradisi
    Gitar Degung, Jalan Panjang Agus Rukmana Kembangkan Budaya Sunda
    Berita Terdahulu

    Editorial