Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Premium dan Pertalite Bakal Dihapus mulai 2022

    • Minggu, 26 Desember 2021 | 23:17:00 WIB
    • 0 Komentar


    Premium dan Pertalite Bakal Dihapus mulai 2022
    Stok Pertalite di sejumlah SPBU kosong. Pemerintah berencana menghapus peredaran Premium dan Pertalite dan dialihkan ke Permatax. (net)

    JuaraNews, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menghapus peredaran bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite mulai 2022 mendatang.

    Hal tersebut dilakukan dalam masa peralihan untuk menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Dengan begitu, nantinya BBM jenis Pertalite yang memiliki RON 90 juga akan dihapus. Walhasil, masyarakat bakal menggunakan BBM dengan minimal RON 92 atau jenis Pertamax.

     

    Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan, pemerintah terus berupaya memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong penggunaan BBM RON 90 sebagai bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

     

    “Kita memasuki masa transisi, di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” kata Soerja seperti dikutip laman resmi Kementerian ESDM.

     

    Saat ini, kata Soerja, Premium RON 88 hanya digunakan 7 negara. Volume yang digunakan pun sangat kecil, karena kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik telah lebih jauh meningkat.

     

    Dalam hitungannya, peralihan dari Premium ke Pertalite akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14 persen, untuk selanjutnya dengan perubahan ke Pertamax akan menurunkan kembali emisi CO2 sebesar 27 persen. Seiring dengan itu, pemerintah tengah menyusun peta jalan BBM ramah lingkungan yang nantinya Pertalite juga akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.

     

    Ia menjelaskan, ada tata waktu untuk nantinya Indonesia akan menggunakan BBM ramah lingkungan yang membuat adanya peralihan lagi dari penggunaan Pertalite ke Pertamax.

     

    Proses peralihan Pertalite ke Pertamax pun menjadi salah satu bahasan dalam agar peralihannya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. “Sehingga kami juga mencermati volume Pertalite yang harus disediakan untuk masyarakat,” kata Soerja.

     

     

    Perhapusan Dilakukan Bertahap

    Peredaran Pertalite sendiri, saat ini mulai hilang di pasaran. Di sejumlah SPBU, stok Pertalite sudah habis dan pasokan dari Pertamina sudah dikurangi. Penghapusan Premium dan Pertalite sendiri akan dilakukan secara bertahap.

     

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, semua prosedur akan ada roadmap-nya dan mengikuti arahan dari Kementerian ESDM.

     

    "Sejalan dengan yang sudah disampaikan dari Kementerian ESDM, semua akan ada roadmap-nya," ujar Fajriyah, Minggu (26/12/2021).

     

    Fajriyah menyebutkan, Pertamina tetap menyediakan stok Pertalite untuk tahun depan. Karena itu, kata dia, masyarakat tak perlu khawatir dan tetap menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan sesuai spefisikasi kendaraannya.

     

    "Di tahun 2022, Pertalite tetap ada dan ke depan Indonesia akan terus bergerak ke BBM yang lebih berkualitas lagi," lanjut dia.

     

    Fajriyah mengatakan, beberapa tahun terakhir, Pertamina melakukan edukasi melalui program-program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait manfaat BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

     

    Dari catatan Pertamina, ada peningkatan konsumsi Pertalite dari 2018 ke 2019. Konsumsi BBM Pertalite dari angka 52,4 persen pada 2018 menjadi 56,3 persen pada tahun 2019 secara nasional. Angka ini meningkat karena konsumen jenis BBM gasoline, telah beralih dari Premium ke Pertalite dan Pertamax.

     

    Saat ini Premium dijual seharga Rp6.450 per liter di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, Pertalite dijual dengan harga Rp7.650 per liter. Untuk Pertamax dibanderol seharga Rp9.000 dan Pertamax Turbo yang memiliki RON 98 dijual Rp12.000 per liter.

     

    Harga BBM RON 92 atau Pertamax yang dijual Pertamina tersebut relatif lebih murah dibanding di SPBU swasta seperti Shell, misalnya. Sebagai gambaran, Shell Indonesia, menjual Shell Super yang memiliki RON 92 dengan harga Rp12.860 dan Shell V Power (RON 95) Rp13.500 per liter.

     

    Tahapan Penghapusan BBM Premium dan Pertalite

    1. Pengurangan bensin Premium disertai dengan edukasi dan campaign untuk mendorong konsumen menggunakan BBM RON 90 ke atas.
    2. Pengurangan bensin Premium dan Pertalite di SPBU disertai dengan edukasi dan campaign untuk mendorong menggunakan BBM di atas RON 90 ke atas.
    3. Simplifikasi produk yang dijual di SPBU hanya menjadi 2 varian, yakni BBM RON 91/92 (Pertamax) dan BBM RON 95 (Petamax Turbo). (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jabar-Jatim Kerja Sama Kembangkan Inseminasi Buatan Sapi dan Industri Baterai Mobil Listrik
    Pemprov Jabar Kembangkan Wisata Religi Terkonsep
    Pemprov Dorong IKAPI Jabar Lakukan Digitalisasi
    Koperasi Konsumen Praja Sejahtera Tetap Eksis Masa Pandemi
    Kredit Mesra Jabar Lebarkan Sayap Layanan ke Pulau Dewata melalui Program bjb MESRAkan Bali.
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads