blog counter
PT POS

Hot News


JN-TAM

Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Guru Ponpes di Bandung Perkosa 12 Santriwati

    • Kamis, 9 Desember 2021 | 15:15:00 WIB
    • 0 Komentar


    Guru Ponpes di Bandung Perkosa 12 Santriwati
    Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar yang juga menjabat sebagai Plt Asisten Pidana Umum (Aspidum) Riyono SH, MH bas

     

    JuaraNews, Bandung - Guru berinisial HW (36) dari sebuah pondok pesantren Kota Bandung diduga perkosa belasan muridnya yang masih dibawah umur, bahkan sudah ada yang hamil dan melahirkan.


    Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar yang juga menjabat sebagai Plt Asisten Pidana Umum (Aspidum) Riyono SH, MH membenarkan adanya kasus tersebut, kasus dilaporkan Juni 2021, P21 September 2021, sejak awal November 2021 sudah disidangkan.


    "Sudah disidang, sudah masuk tahap pemeriksaan saksi-saksi," katanya saat jumpa wartawan di Kejati Jabar Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu (8/12/2021).


    Riyono menjelaskan jumlah korban 12 orang, semuanya santri di tempat tersangka mengajar perbuatan tersebut sudah dilakukan tersangka sejak 2016, hingga 2021. Saat perbuatan bejat tersebut dilakukan, usia korban antara 15-16 tahun.

    "Saat pemberkasan ada delapan anak yang sudah hamil, sekarang bertambah satu jadi sembilan yang sudah hamil," katanya.

    Aksi bejat tersangka baru terendus Juni 2021 saat ada korbannya yang membuat laporan polisi.

    "Semua ketakutan, tidak ada yang berani melapor sampai akhirnya ada juga yang berani membuat laporan polisinya," terangnya.

    Atas perbuatannya, jelas Riyono tersangka terancam pidana penjara sebagaimana diatur dalam pasal 81 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

    Perlu digaris bawahi, tambah Riyono, ada pemberatan terhadap tersangka, karena dia tenaga pendidik maka ancaman hukumannya menjadi 20 tahun.

    "Karena dia seorang pendidik, maka harus ada pemberatan. Ancaman hukumannya menjadi 20 tahun," tambahnya.

    Kasi Penkum Kejati Jabar Dodi Gozali Emil mengatakan perbuatan bejat tersebut dilakukan tersangka di beberapa tempat.

    "Selain di pondok, ada juga yang dilakukan tersangka di hotel dan apartemen," katanya.

    Agus Mudjoko, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus tersebut mengatakan sidang kasus pencabulan yang dilakukan guru agama terhadap santrinya sudah bergulir sebanyak 7 kali.

    "Sekarang sudah tahap pemeriksaan saksi-saksi. Sidang berlangsung secara tertutup," katanya.

    Akibat perbuatan tersangka, kata Agus, saksi korban trauma. Bahkan banyak diantara mereka yang histeris saat mendengar suara tersangka di persidangan.

    "Sedih, melihatnya," katanya.

    Ditanya apakah diantara para korban itu saat ini ada yang sudah punya anak, dengan tegas di katakan, ada.

    "Ada empat anak korban yang hamil. Sekarang sudah melahirkan," katanya.

    Soal siapa yang merawat anak-anak korban kekerasa seksual itu, Agus menjelaskan, anak-anak tersebut saat ini dirawat korban, dengan didampingi Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK).(*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    6 Warga Kota Bandung Positif COVID-19 varian Omicron
    Ini Kesiapan RSHS Bandung Antisipasi Lonjakan Omicron
    14 Warga Jabar Positif Covid-19 Varian Omicron, Gubernur Imbau Warga Waspada dan Jangan Panik
    JPU Menuntut Hukuman Mati dan Kebiri Terhadap HW Pemerkosa 13 Santriwati
    Polisi Berhasil Amankan Guru Pesantren Yang Setubuhi Santrinya
    Berita Terdahulu
    Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021

    Info Kota


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads