blog counter

Hot News


Opini


    Gubernur Jabar Dukung PPKM Level 3 selama Libur Natal dan Tahun Baru

    • Kamis, 18 November 2021 | 22:35:00 WIB
    • 0 Komentar


    Gubernur Jabar Dukung PPKM Level 3 selama Libur Natal dan Tahun Baru
    Gubernur Jabar Ridwan Kamil . (humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menegaskan Pemprov Jabar akan mengikuti aturan dari pemerintah pusat, terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

     

    Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil menanggapi keputusan pemerintah yang akan menerapkan PPKM Level 3 pada liburan akhir tahun ini. Dengan penerapan PPKM, menurut Emil, momentum angka kasus yang sedang landai bisa terus dipertahankan.

     

    "Jika itu keputusan dari pemerintah pusat, saya kira kita akan menyesuaikan sehingga jumlah kerumunan, jumlah kegiatan selama nataru itu bisa kita kendalikan lebih baik," kata Emil di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No 1 Kota Bandung, Kamis (18/11/2021).

     

    Menurut Emil, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Meski saat ini, angka kasus dan keterisian tempat tidur di rumah sakit (Bed Occupancy Rate/BOR) sudah mulai melandai.  "Yang penting Covid yang sekarang sudah turun dan harus terus kita pertahankan. Jangan sampai kita euforia sehingga naik lagi di akhir tahun," jelas Emil.

     

    Namun seluruh pihak harus tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Karena menurutnya, dalam mengendalikan Covid-19 tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. "Dan COVID mengajarkan tidak bisa hanya dikendalikan oleh satu daerah, tapi harus lintas daerah dan bersama-sama," jelas Emil.

     

    Pemkot Bandung Berencana Terapkan PPKM Level 3 pada Libur Akhir Tahun

    Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (foto: net)

     

    Kota Bandung Siap Terapkan PPKM Level 3

    Dukungan terhadap penerapan PPKM Level 3 juga disampaikan Pemkot Bandung. Bahkan pihak Pemkot Bandung segera menerapkan PPKM Level 3 bila sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat.

     

    Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, kebijakan peningkatan status PPKM Level 3 dari pemerintah pusat dilakukan sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Bandung pada akhir tahun.  "Saya pikir itu kebijakan pemerintah pusat karena memang sama punya kekhawatiran peningkatan (Covid-19) apalagi ada gelombang ketiga di negara lain," kata Yana ditemui di Jalan Bengawan, Kota Bandung, Kamis (18/11/2021).

     

    Yana menyebut, libur Nataru 2022 itu cukup panjang periodenya  sehingga dikhawatirkan mobilitas warganya tidak terkendali.  Bila nanti peningkatan level 3 resmi diterapkan, kata Yana, pastinya akan ada pengetatan aturan dari yang sebelumnya. Beberapa poin yang berpotensi akan berubah, yaitu soal jam operasional dan kapasitas di beberapa sektor ekonomi. 

     

    "Misalkan kapasitas sudah bisa 50 persen nanti kembali jadi 25 persen, waktu operasional jam 10 atau 11 malam, akan kembali lagi jadi jam 9," terangnya.

     

    Meskipun akan ada pembatasan jam operasional dan kapasitas kunjungan, dia menyebut Pemkot Bandung tidak akan menutup sektor usaha yang dilarang beroperasi, contohnya taman bermain anak.

     

    "Kelihatannya enggak (tempat bermain anak), kami lebih kepada jam operasional dan kapasitas ke PPKM level tiganya itu. Pasti (kita ikuti pusat), kan harus inline ke Kemendagri," ujar dia. 

     

    Menurut Yana, semua aturan PPKM level 3 akan lebih dahulu diterapkan Pemkot Bandung.  Evaluasi juga akan dilakukan ketika mobilitas warga tinggi, maka aturan pasti diperketat. "Kemungkinan (penyekatan) kalau setelah dikaji pengurangan jam operasional dan kapasitas masih terjadi kerumunan, bisa jadi," pungkasnya. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rangkaian HUT Ke-58, Golkar Jabar Akan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh
    Wapres: Stunting Ganggu Raihan Produktifitas Anak ketika Dewasa
    Jaksa Tuntut Indra 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
    Tak Hanya Rekening Lukas Enembe, Rekening Yulce Wenda, Istri Lukas, pun Diblokir KPK
    Diperiksa Sebagai Saksi, Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads