Hot News


Opini


    HI BOGI Aplikasi Layanan Kesehatan Gigi Secara Online

    • Senin, 6 September 2021 | 14:44:00 WIB
    • 0 Komentar


    HI BOGI Aplikasi Layanan Kesehatan Gigi Secara Online
    Dr. Rina Putri Noer Fadilah saat menjelaskan kegunaan aplikasi HI BOGI bas

     

    JuaraNews, Bandung - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) memperkenalkan layanan kesehatan gigi berbasis digital yang diberi nama HI BOGI atau Halo Indonesia Bersama Dokter Gigi.


    Launching dilakukan Inisiator HI BOGI Dr. Rina Putri Noer Fadilah usai kegiatan sumpah dokter Gigi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Ahmad Yani, Kota Cimahi,belum lama ini.


    Pada kesempatan tersebut, Dr. Rina Putri Noer Fadilah menjelaskan secara rinci terkait aplikasi HI BOGI.


    Menurutnya, HI BOGI merupakan aplikasi digital layanan kesehatan gigi dan mulut, dimana setiap orang dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu mengenai kondisi sakit gigi yang dialami tanpa langsung melakukan periksa ke rumah sakit maupun klinik.

     

    "Bisa konsultasi untuk orang sebelum melakukan pengobatan kepada dokter,selain itu juga bisa meminimalisir cost dimana itu kalau ke dokter gigi biaya nya bisa lebih tinggi," katanya, Senin (6/9/2021).


    Dia menyebut, pengetahuan masyarakat tentang gigi itu masih minim, maka dari itu diaplikasi ini di sediakan informasi bagaimana menjaga kesehatan gigi yang baik dan benar hingga cara mengetahui keadaan gigi kita saat ini.


    "Layanan kesehatan gigi ini dapat dibuka di aplikasi HI Bogi anak-anak, Remaja, Dewasa semuanya dapat mengakses ini," ungkapnya.


    Menurutnya, ketika user tersebut membaca informasi itu akan ada mendapat poin bisa ditukarkan hadiah menarik terkait dengan alat kesehatan gigi. Selain itu juga Ada video dan gambar dan tulisan untuk informasi.


    "Jadi jangan takut lagi ke dokter gigi," tambahnya.

     

    Selain sebagai sara konsultasi, Dr. Rina mengungkapkan hadir HI BOGI juga untuk mengantisipasi pertemuan antara pasien dengan dokter, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.


    "Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 Covid-19 menghindari pertemuan karena mulut itu rentan banyak kumannya," tuturnya. (*)

     

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Penjualan Holding BUMN Farmasi Tembus Rp15 Triliun di Semester 1 2021
    UMKM Jabar yang Masuk Marketplace Meningkat 34 Persen
    Gandeng PT KAI, Pemprov Siap Kembangkan Jalur Kereta Api di Jabar Selatan
    Mulai 24 September, Waktu Tempuh 14 Rute KA Lebih Cepat hingga 1 Jam
    Pelaku Usaha Harus Tetap Optimistis Pulihkan Ekonomi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads