blog counter

Hot News


Opini


    Kebijakan Perkuliahan Tatap Muka dan Dalam Jaringan Pada Awal Tahun Depan Dinilai Tepat

    • Rabu, 30 Desember 2020 | 08:01:00 WIB
    • 0 Komentar


    Kebijakan Perkuliahan Tatap Muka dan Dalam Jaringan Pada Awal Tahun Depan Dinilai Tepat
    Rektor Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, Asep Effendi (Foto: JuaraNews/Abdul Basir)

     

    JuaraNews, Bandung - Kebijakan pemerintah untuk menggelar kembali pembelajaran tatap muka secara campuran (hybrid learning) di perguruan tinggi swasta maupun negeri pada awal Januari 2021 dinilai keputusan yang sangat tepat.


    Hal itu dikatakan Rektor Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, Asep Effendi, menanggapi akan dilakukan perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2020/2021 pada Januari mendatang.


    Menurutnya, perkuliahan secara online itu tidak bisa mengeksplor keilmuan sampai mendasar. Hal itu berbeda dengan pembelajaran dilakukan secara langsung dikelas.


    "Kalau di online 1 jam efektif sudah cape melihat di komputer, tetapi kalau di kelas 1 sampai 2 jam setengah kita bisa inprovisasi," katanata kepada wartawan, kemarin


    Selain itu, kata dia, tidak semua dosen di perguruan tinggi paham dalam menggunakan teknologi dan informasi untuk menyampaikan perkuliahan secara online.


    "Dosen tidak familiar dengan Zoom untuk bagaimana menggunakan teknologi agar pembelajaran tetap berjalan," ujarnya.


    "Oleh karena itu kebijakan pembelajaran tatap muka dan online ini menjadi pilihannya yang sangat tepat," ucapnya.


    Lebih lanjut dia mengatakan, Pemerintah juga harus cepat proses izin untuk bidang ke ilmuan yang memang membutuhkan praktek secara langsung.


    "Dalam bidang kedokteran bagaimana nyuntin tidak mungkin diajarkan menggunakan zoom,berbicara keberanian menyuntik itu tidak mudah, ilmunya dapat tetapi keberaniannya tidak mudah,"


    Menurutnya, bidang-bidang ilmu tertentu sangat di butuhkan untuk percepatan izin hanya tinggal pemerintah mengeluarkan imbauan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan membatasi jumlah mahasiswa saat proses pembelajaran.


    "Karena kami juga akan taat azas untuk memenuhi kriteria dan ketentuan pemerintah terkait dengan protokol kesehatan," tutupnya. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Duka Dunia Pendidikan, Akibat Gempa Cianjur 56 Guru Meninggal Dunia
    Jelambar Jaksel Diterjang Hujan dan Angin Kencang, 16 Rumah Roboh
    Polri Gelar Trauma Healing, Polwan Cantik Dampingi Anak-anak Korban Gempa Cianjur
    Hari ini 8 Jiwa Ditemukan, Total Korban Meninggal Akibat Gempa Cianjur Tercatat 318 Orang
    Pemprov Jabar Dirikan 15 Posko Bencana Gempa Cianjur, Total dikerahkan 31.058 SDM
    Berita Terdahulu

    Editorial


      KBB

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads