Hot News


Inspirasi


    BKKBN Jabar Layani 40.787 Akseptor KB Ketua BKKBN Jabar Saat Meninjau Pelayanan KB JuaraNews/Istimewa

    BKKBN Jabar Layani 40.787 Akseptor KB

    • Senin, 28 September 2020 | 08:16:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2020 atau World Contraception Day (WCD) tahun ini menjadi momentum kedua bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mengejarkan pencapaian target pelayanan peserta KB tahun ini.

     

    Selama bulan pelayanan yang berakhir bertepatan dengan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, 26 September 2020, BKKBN berhasil melayani 287.991 akseptor, melampaui target 250 ribu peserta KB. Dari jumlah tersebut, 40.787 di antara berasal dari Jabar.

     

    Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Kusmana merinci, ke-40.787 tersebut terdiri atas 16.348 alat kontrasepsi dalam rahim atau lebih dikenal dengan intrauterine device (IUD) dan 24.439 implan atau susuk plus 152 peserta KB metode operasi pria (MOP) atau vasektomi dan 486 metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi.

     

    Uung mengaku sangat bersyukur dengan capaian target pelayanan yang berlangsung sepanjang 18 Agustus-26 September tersebut. Bagi Uung, sapaan akrab Kusmana, keberhasilan ini tidak lepas kolaborasi dengan mitra kerja yang terus mendukung BKKBN Jabar.

     

    “Kami sangat dibantu teman-teman bidan, para dokter, dan para kader penggerak di lapangan. Khusus dalam rangka pelayanan Hari Kontrasepsi ini, kami juga bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat. Selain menjadi perpanjangan jejaring pelayanan, anggota Fatayat NU yang berada pada rentang usia subur menjadi sasaran pelayanan,” kata Uung, Senin (28/9/2020).

     

    “Tentu kami juga terus menjalin kerjasama dengan mitra kerja Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jabar, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jabar, Tim Penggerak PKK Jabar, dan persatuan dokter spesialis kandungan. Support juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta para jurnalis dan pekerja media yang tergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berancana (IPKB) Jabar,” tambah Uung.

     

    Uung layak ketar-ketir. Jeda waktu pelayanan serentak jilid I dan jilid II terbilang pendek, kurang dari dua bulan. Setelah sukses melampaui target capaian pada jilid I, pelayanan serentak dalam rangka peringatan ke-27 Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada 29 Juni 2020, praktis pasangan usia subur (PUS) yang menjadi sasaran peserta sudah berkurang drastis.

     

    “Untuk memenuhi target nasional sebanyak 43.256 peserta KB, kami memetakan sasaran secara cermat di masing-masing kabupaten dan kota. Proses penajaman sasaran ini lebih mudah dari sisi pengorganisasian karena para penyuluh KB di bawah binaan langsung BKKBN. Dengan demikian, jalur koordinasinya linier mulai pusat hingga daerah,” terangnya.

     

    Kontrasepsi, sambungnya, merupakan salah satu bagian dalam pengelolaan program KB. Gagasan perancanaan keluarga untuk mewujudkan kehidupan reproduksi yang sehat dapat dijalankan dengan konkret di antaranya dengan penggunaan alat kontrasepsi. Kesehatan reproduksi yang baik merupakan sebab dan akibat dari upaya perencanaan hidup yang baik. Jika kesehatan reproduksi dapat dijaga dengan baik, maka kualitas hidup keluarga secara umum juga dapat ditingkatkan.

     

    Sementara itu, Koordinator Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Jabar Pintauli Siregar menjelaskan, selain pelayanan serentak, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia diisi sejumlah agenda. Antara lain peluncuran aplikasi Klik KB, sertifikasi kompetensi bidan terlatih, lomba covering jingle BKKBN 'Berencana Itu Keren', penyelenggaraan sejumlah webinar, lomba Senam Sajojo dan Sajojo Serentak, dan peresmian Tugu Kontrasepsi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

     

    Pintauli menjelaskan, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia bertujuan meningkatkan komitmen dan dukungan dari pemangku kepentingan, provider medis, mitra kerja, dan masyarakat dalam mendukung pencapaian program Bangga Kencana. Secara khusus, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Juga meningkatkan komitmen dan kesertaan PUS dalam program KB.

     

    “Peringatan Hari Kontrasepsi juga bertujuan meningkatkan komitmen dan dukungan stake holders, provider medis, mitra kerja untuk percepatan pencapaian program Bangga Kencana secara menyeluruh. Karena itu, kami mengembangkan tema khusus yang diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ‘Bersama Mitra Tingkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Pada Adaptasi Kebiasaan Baru.’ Tentu dengan tetap menyeleraskan dengan tema nasional: Pahami dan rencanakan dengan nyaman,” terang Pinatuli.

     

    Lebih jauh Pintauli menjelaskan, sepanjang bulan pelayanan kontrasepsi dalam rangka peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, Jabar menargetkan pelayanan 43.256 peserta KB untuk dua jenis metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), terdiri atas 32.202 IUD dan 11.054 implan. Jumlah tersebut tersebar di 27 kabupaten dan kota se-Jabar, dengan target capaian tertinggi ada di Kabupaten Bekasi sebanyak 3.790 peserta KB. Sementara target paling mini ada di Kota Banjar sebanyak 291 peserta KB.

     

    Target capaian Jabar tersebut diharapkan mampu menggenapi target nasional sebanyak 250 ribu peserta KB selama satu bulan pelayanan. Bersama dengan provinsi-provinsi besar lain di Pulau Jawa, Jabar menjadi penopang utama pengejaran target capaian dalam rangka peringatan ke-13 Hari Kontrasepsi Sedunia pada 26 September 2020. Secara kumulatif, enam provinsi di Pulau Jawa dibebani target 154.492 peserta KB atau sekitar 61% dari total target.

     

    Berbeda dengan target capaian dalam rangka peringatan ke-27 Harganas, kali ini Jawa Timur mendapat target tertinggi sebanyak 45.385 peserta KB. Terpaut 2.129 dari Jabar. Sementara pada momentum pelayanan serentak 1 Juta Akseptor dalam rangka peringatan ke-27 Harganas lalu, Jabar menyumbang hampir sepertiga dari total capaian nasional.

     

    Dalam pelayanan yang dicatat serentak pada 29 Juni 2020 tersebut, Jabar berhasil melayani 466.304 akseptor. Dibanding pelayanan nasional sebanyak 1.459.449 akseptor, berarti Jabar menyumbang sekitar 32 persen. Raihan ini menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan pelayanan terbanyak di tanah air. Jabar merupakan juara sejati pelayanan serentak sejuta akseptor. Bahkan, capaian Jawa Tengah yang berhasil menempati posisi kedua tidak sampai setengah dari raihan Jabar, hanya 173.698 akseptor. (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Didominasi Pemuda, Alumni Muda Padjadjaran: Pemuda Punya Potensi Besar
    Ridwan Kamil Imbau Kepala Daerah Tingkatkan Pengaman Protokol Kesehatan saat Libur Panjang
    IKA Unpad Rangkul Mahasiswa Peringati Hari Sumpah Pemuda
    Pemprov Jabar Salurkan Bansos Tahap 3 ke 27 Kota/Kabupaten
    Istri Berjuang Lawan Virus Berhari-hari, Setelah Suami Meninggal Akibat Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads