ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    TerkumpulRp 2 Milyar Lebih, dari Pelnggaran Pemakaian Masker
    (liputan6.com) Ilustrasi

    TerkumpulRp 2 Milyar Lebih, dari Pelnggaran Pemakaian Masker

    TerkumpulRp 2 Milyar Lebih, dari Pelnggaran Pemakain Masker

    JuaraNews,Jakarta – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyebutkan, pelanggaran pemakaian masker di daerah ini sudah luar biasa, yang pertama dengan denda uang sudah mengumpulkan lebih dari 2 Milyar Rupiah dari pelanggaran. Dari denda atas pelanggaran tersebut, sudah mengumpulkan lebih dari 2 milyar, hingga Kamis (6/8/2020)

    Pemprov DKI Jakarta, lanjut dia,  terus berupya menangani penambahan kasus harian covid-19 di wilayahnya. Wilayah administrasi ini memiliki tantangan, penambahan kasus harian yang tinggi hingga hari ini, Rabu (5/8).

     

    Menurut Widyastuti, DKI Jakarta menerapkan strategi seperti di tingkat pusat. Ada testing, lacak, dan isolasi. Testing dilakukan secara masif melalui dua strategi, yakni melakukan tracing kontak dan melalui aktif case finding.

     

    Saat ini, ia menambahkan, DKI Jakarta telah memiliki 54 laboratorium jejaring yang bisa mendeteksi. Bersama dengan rumah sakit, laboratorium BUMN maupun Swasta, semuanya berkolaborasi dalam memenuhi upaya mendeteksi mata rantai penularan covid-19.

     

    “Warga DKI Jakarta sudah mandiri melakukan testing melalui laboratorium dan rumah sakit swasta. Jumlah orang yang diperiksa sudah lebih dari 418.riu dengan kapasitas 10 ribuu per  sehari. 49% adalah gratis melalui laboratorium pemerintah.  Sedangkan 51% melalui laboratorium swasta,” ujarnya melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Rabu (5/8).

     

    Widyastuti menambahkan, dalam melakukan tracing, timnya terbantu oleh keterampilan teman-teman di puskesmas yang sudah lebih dulu memiliki pengalaman pada saat era flu burung dan difteri.

     

    “Begitu ada laporan informasi kasus positif dari rumah sakit ke Dinas Kesehatan, kami secara sistem menyampaikan ke teman-teman kami di puskesmas, sehingga mereka tahu, siapa dan dimana warga yang perlu di tracing,” ujarnya.

     

    Ia menyebutkan, tantangan yang dihadapi, masih adanya persepsi masyarakat bahwa covid-19 itu bukan ancaman.

     

    “Pelanggaran mengenai pemakaian masker sudah luar biasa, yang pertama dengan denda uang sudah mengumpulkan lebih dari 2 Milyar Rupiah dari pelanggaran. Selain itu ada denda sanksi sosial dengan membersihkan lingkungan sekitar sambil memakai rompi bertuliskan pelanggar PSBB,” katatnya. (*)

     

    ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Gus Ahad: Protokol Kesehatan Wajib Diperhatikan di Lokasi Pengungsian Banjir Bandang Sukabumi
    139 Dokter Lulusan FK Unisba Laksanakan Sumpah Dokter Secara Online
    Dampak Pandemi Covid-19, Pendapatan Daerah di Jabar Tekor Rp 3,37 Triliun
    Dua Daerah Tembus Standar WHO, Jabar Intens Tingkatkan Tes PCR
    Ketua DPRD Jabar akan Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Sukabumi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads