Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Panduan Pelaksanaan Iduladha di Masa AKB

    Panduan Pelaksanaan Iduladha di Masa AKB

    JuaraNews, Jakarta - Menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah, Jumat (31/7/2020), berbagai persiapan penerapan protokol kesehatan telah dilakukan untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19.

     

    Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah COVID-19, sedangkan Kementerian Agama mengeluarkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020. Begitu juga dengan Kementerian Pertanian yang telah mengeluarkan panduan pelaksanaan salat Idul Adha di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) kepada panitia hari besar Islam.

     

    Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, menyampaikan panduan cara aman melaksanakan ibadah kurban dan salat Id.

     

    Hal pertama yang harus dilakukan saat melaksanakan ibadah kurban adalah teliti memilih tempat membeli hewan kurban. 

    Kedua, memperhatikan protokol kesehatan. Ketiga, menjaga jarak pada saat berinteraksi di lokasi penjualan hewan kurban. 

    "Hindari bersalaman atau bersentuhan langsung meski setelah terjadi kesepakatan harga dengan penjual," katanya.

     

    Kegiatan pemotongan hewan kurban, menurut dia, dapat dilaksanakan namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga kebersihan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan. Dengan maksud menghindari kerumunan, pembagian daging kurban kali ini tidak dengan menggunakan kupon, melainkan melalui koordinator yang akan mengantarkan ke rumah-rumah.

     

    MUI dan pemerintah menyarankan agar salat Id dilaksanakan di wilayah yang risiko penyebarannya rendah.

     

    Panitia penyelenggara salat Id. Lanjutnya,  pertama harus berkoordinasi sebelumnya dengan pemerintah daerah serta wajib menerapkan protokol kesehatan, di antaranya pertama, membatasi jumlah pintu atau alur keluar dan masuk.

    Kedua, menyediakan tempat cuci tangan. 

    Ketiga, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap jamaah. 

    Keempat, diwajibkan memakai masker dan membawa perlengkapan salat sendiri. 

    Kelima, mengatur jarak antarjamaah minimal satu meter. 

    Keenam, tidak menjalankan kotak sedekah atau meminta sumbangan secara langsung. 

    Ketujuh, anak-anak, usia lanjut, orang sakit diperkenankan mengikuti salat Idul Adha di rumah saja."Pastikan kita mematuhi panduan MUI dan pemerintah serta disiplin menerapkan cara-cara mencegah penularan covid-19,”katanya. (*)

     

    Oleh: JuaraNews / ayi

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ini Syarat Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Jabar
    To Observe, To Control, To Connect, Tiga Fungsi Sosial Media Menurut Gubernur
    Alfian Tanjung Ingatkan Bahaya PKI, Gerak: Kita Siap Jihad
    Komunitas Supratman Freedom Military, Wadah Penyuka Hobi Army
    Jaga Kesehatan! Pesan Doni Kepada Sukarelawan Penanganan Covid19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads